Penyelundupan 133 kg Sabu dan 42.500 Butir Ekstasi di Perairan Idie Rayeuk Digagalkan

dok BNN/Bea CukaiPenyelundupan 133 kg Sabu dan 42.500 Butir Ekstasi dari Malaysia Digagalkan

Banda Aceh, acehportal.com - Tim gabungan BNN dan Bea cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Narkoba jenis sabu dan ekstasi dari Malaysia di perairan Idi Rayeuk dan Peureulak, Aceh Timur.

Kapolda Aceh melalui Kabid Humas Polda Kombes Pol Goenawan, mengungkapkan laporan yang diterimanya ada tiga orang pelaku penyelundupan yang berhasil ditangkap yaitu Bu alias Ai/40thn alamat Kec Seuneudon Aceh utara (pengendali), MS/37thn alamat Asahan - Sumatra Utara (ABK) dan MH/38thn warga Jeunieb Bireun (ABK).

Ketiganya ditangkap pada Senin (18/9) sekira pukul 18.30 WIB, di Resto Sasa Nam, Peuntet, Lhokseumawe, setelah berhasil melarikan diri dari pengejaran petugas di perairan Idie Rayeuk.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu Narkotika jenis Sabu dalam tujuh tas besar dan satu plastik kresek yang berisikan 133 bungkus diperkirakan berat +/- 133 kg, dan 10 Bungkus Ekstasi 42.500 butir terdiri dari dua jenis.

Kronologis penangkapan yaitu, tim yang terdiri dari BNN Pusat, BNNK Langsa, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea Cukai Lhokseumawe, melakukan penyelidikan terhadap informasi masyarakat akan adanya transaksi Narkotika yang dibawa dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui jalur laut di perairan Aceh.

Tim dibagi untuk melakukan patroli monitoring laut di sekitar perairan Idi Rayeuk dan Peureulak, Aceh Timur, dan penyelidikan di daratan kota Lhokseumawe hingga Langsa.

BNN Pusat yang berada di Lhokseumawe berangkat ke Peureulak bersama-sama dengan Bea Cukai Lhokseumawe. Pukul 14.20 WIB, tim yang melakukan patroli laut dengan menggunakan kapal Bea Cukai, menghentikan kapal yang dicurigai untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kapal tsb, namun saat diberikan peringatan untuk berhenti, ABK kapal tersebut malah mencoba kabur ke daratan, dan langsung melompat meninggalkan kapal tsb, melarikan diri ke daratan.

Kemudian tim melakukan penggeledahan terhadap kapal tersebut, dan menemukan barang bukti Narkotika jenis Sabu (sekitar 133 kg) dan Ekstasi 42.500 butir.

Barang bukti ditemukan dari sampan yang ditinggal oleh ABK, kemudian tim melakukan pengembangan mencari ABK kapal yang melarikan diri.

Hingga pukul 16.30 WIB, kedua ABK yang melarikan diri berhasil terpantau tim saat berada di sekitar mesjid Kuta Binjei Aceh Timur kemudian dilakukan pembuntutan.

Pada pukul 16.36 WIB, tim memonitor ABK naik ke mobil angkutan L300 dari depan Masjid Kuta Binjei ke arah Lhokseumawe. Tim melakukan pembuntutan terhadap ABK hingga ke Punteut, Lhokseumawe dan diketahui dua orang ABK bertemu dengan satu orang (Pengendali para ABK) di dalam Resto Sasa Nam Punteut.

Saat itulah ketiga orang tersebut, dua orang ABK Saleh dan Husen serta dan satu pengendali yakni Ai alias benu ditangkap.

Ketiga orang tersangka mengakui perbuatannya, yaitu berangkat dengan kapal dari Krueng Geukeuh Aceh Utara, menuju perairan Malaysia untuk mengambil Narkotika, kemudian kembali ke Aceh rencana sandar di daerah Peureulak Aceh Timur.

Setelah ketiga pelaku ditangkap, lalu tim
BNN Pusat, BNNK Langsa, Bea Cukai Kanwil Aceh, dan Bea cukai Lhokseumawe menjemput BB berupa kapal dan barang Narkotika di Kuala Langsa.

Barang bukti berupa narkotika jenis sabu dan ekstasi diamankan di kantor BNN Kota Langsa yang sebelumnya dikeluarkan dan dihitung isi tas yang terdiri 133 bungkus sabu dan 10 bungkus ekstasi, sementara tersangka dan BB di amankan di kantor BNN Kota Langsa.

Penulis:redaksi
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...