Apam, Kuliner Khas Aceh Yang Dihidangkan di Bulan Rajab

Kue apam (Foto: Acehportal)

Banda Aceh, acehportal.com - selain dikenal dengan keindahan alamnya, juga memiliki beragam jenis kuliner yang bisa memanjakan lidah. Salah satunya kuliner tradisional khas Provinsi paling ujung barat pulau Sumatera itu, yakni kue apam.

Apam (serabi) merupakan kue tradisional Aceh, yang dibuat dari campuran tepung beras, santan, air kelapa, air putih, garam dan gula pasir. Lalu adonan yang sudah diaduk, dimasak dalam sebuah cuprok tanoh (periuk tanah) yang berukuran kecil.

Proses pengolahan apam (acehportal)

Sebelum adonan dimasukan kedalam cuprok tanoh, terlebih dahulu periuk tanah digosok dengan parutan kelapa yang sudah diambil santannya, supaya adonannya tidak terlalu lengket saat dimasak. Lalu, tahap selanjutnya cuprok digosok  dengan garam.

Proses pengolahan apam (acehportal)

Dalam pengolahan adonan  kue apam, setiap satu kilogram tepung beras, perlu disiapkan dua butir kelapa untuk santan. Dan itu bisa menghasilkan sekitar 50 kue apam.

Namun, saat dimasak biasanya tidak menggunakan kompor atau kayu bakar. Kaum ibu-ibu diperkampungan biasanya memasak dengan  on ‘ue tho (daun kelapa kering). Tapi, sekarang ada juga  menggunakan kompor gas.

“Masaknya lebih enak menggunakan daun kelapa kering dibandingkan kompor,” kata Risma (55), warga Gampong Lam Ujong, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, belum lama ini.

Kuah tuhe dan apam. (acehportal)

Apam paling sedap jika dimakan dengan kuah tuhe, berupa masakan santan dicampur pisang sejenis pisang raja atau dicampur nangka matang serta gula. Namun, itu tergantung selera. Ada juga yang mencicipinya dicampur dengan parutan kelapa serta gula.

Dan yang uniknya, jaman dulu apam tidak dihidangkan di sembarangan bulan Hijriah. Karena kuliner tradisional ini, disajikan warga kampung pada bulan apam (bulan Rajab), terutama 27 Rajab yang diperingati sebagai perjalanan Israk Mikraj, Nabi Muhammad SAW.

Pada malam hari, masyarakat berkumpul di meunasah (surau), masjid atau di rumah-rumah, untuk mendengarkan riwayat Israk mikraj, yang disampaikan dalam bentuk syair dan prosa.

Namun, sangat disayangkan ketika banyak generasi jaman sekarang mulai melupakan kuliner tradisional khas Aceh. Karena, di Aceh memiliki sekitar 154 jenis makanan tradisional, selain apam, juga ada timphan, canggruek, leughok, bulukat kuah tuhe, serta masih banyak lagi.

“Tradisi tout apam (bakar apam) sekarang ini banyak yang sudah hilang. Karena sudah tidak banyak lagi yang tinggal orang tua jaman dulu,” kata Keuchik Gampong Lam Ujong, Ramli Yunus, saat menggelar lomba tout apam  yang memperingati HUT RI, Agustus lalu.

Sehingga, untuk membangkitkan tradisi tout apam, serta memperkenalkan kuliner tradisional itu kepada generasi muda sekarang, maka digelarlah perlombaan tersebut yang diikuti oleh kaum perempuan.

“Supaya generasi muda sekarang tahu tradisi tout apam itu, bukan hanya mendengarnya saja,” ujarnya. (adv)

Komentar

Loading...