BPOM Aceh Sita Ratusan Kosmetik Ilegal dan Obat

BPOM Aceh Sita Ratusan Kosmetik Ilegal dan Obat

Banda Aceh - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh menyita ratusan produk kosmetik ilegal tanpa izin edar beserta ratusan produk obat-obatan berbahaya dalam Operasi Gabungan Nasional (Obganas) yang dilaksanakan pada 5 hingga 6 September 2017 kemarin.

Kepala BPOM Aceh, Zulkifli mengatakan, ‎produk kosmetik ilegal ini disita petugas BPOM Aceh di empat kabupaten kota, yakni di kota Lhokseumawe, Langsa, Bireun dan Pidie. Dalam operasi gabungan nasional ini, produk yang dominasi disita petugas adalah produk kosmetik tanpa izin edar.

"Produk yang banyak kita amankan adalah kosmetik, dimana produk tersebut tanpa izin edar," ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers di kantor BPOM Aceh, Banda Aceh, Selasa (12/9/2017).

Ia menjelaskan, produk kosmetik tanpa izin edar yang disita sebanyak 142 item yang di dalamnya terdapat 4.072 pcs dengan nilai ekonomi mencapai Rp 52,157. Selain itu, obat tradisional tanpa izin edar sebanyak 25 item yang di dalamnya terdapat 319 pcs dengan nilai ekonomi Rp 2,476.

"Temuan berupa kosmetik dan obat tradisional, kosmetiknya terdiri dari sediaan rias mata, sediaan untuk rambut, wajah, krim pemutih dan lipstik. Sedangkan obat tradisional berupa jamu stamina pria, jamu asam urat dan Pi Kang Siang," jelasnya.

Dalam penangkapan ini, terang Zulkifli, pihak BPOM Aceh melakukan investigasi terhadap daerah-daerah yang dianggap rawan terhadap peredaran kosmetik ilegal dan obat-obatan berbahaya.

"Produk yang kita temukan merupakan produk yang selama ini sudah kita larang karena dari hasil uji kita mengandung zat berbahaya, seperti temulawak, jadi dia tanpa izin edar dan juga mengandung merkuri," tegasnya.

Menurutnya, peredaran produk kecantikan ilegal dan obat-obatan berbahaya ini merupakan kejahatan kemanusiaa yang sangsinya dapat dipidana dan dikenakan denda. "Yang selama ini beredar di Aceh merupakan produk yang dikirim dari dalam maupun luar negeri, dominannya melalui jalur laut atau ada juga yang melalui bisnis online," ungkapnya.

Dalam hasil tangkapan ini, lanjutnya, tidak ada tersangka yang ditahan. Namun, tim dari penyidik BPOM saat ini sedang melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan.‎

"Tapi jika diperlukan dalam pemeriksaan, akan kita panggil. Ini bertujuan untuk melindungi masyarakat Aceh dari bahaya peredaran obat makanan maupun jamu, serta kosmetik ilegal yang bisa membahayakan kesehatan. Dalam hal ini kita bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pemerintah daerah," tambahnya.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...