Desa Sepang Galus Dicanangkan Sebagai Kampung KB

Gayo Lues - Kampung Sepang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Senin (28/08/2017) ditetapkan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) Musarami Kite. Kampung Sepang merupakan Kampung KB ke-11 di Provinsi itu.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Bupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Aceh, M. Yani, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (PPPAPP dan KB) Gayo Lues, Siti Mayang, dan tokoh masyarakat.

Kepala BKKBN Aceh M Yani mengatakan, Kampung KB merupakah program Presiden Jokowi dan merupakan miniatur program dari keterpaduan lintas sektor. Tidak hanya BKKBN saja terlibat dalam program ini, tetapi semua  lintas sektor ikut terlibat.

"Memang BKKBN di depan, tetapi program dari Presiden Jokowi ini tanpa dukungan lintas sektor perwujudan dari nawa cita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan NKRI tidak bisa terwujud,”ujar M. Yani.

Ia menyatakan, setelah pencanangan ini tugas BKKBN dan lintas sektor melakukan pembinaan bersama, meningkatkan kualitas manusia dan program pembangunan lainnya, sehingga tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan tercapai.

"Intinya ada keterpaduan. Jika Kampung KB banyak tanpa bersamaan akan sulit dicapai. Desa ini menjadi contoh bagi desa lainnya di dalam mencapai kesejahteraan masyarakatnya,"paparnya.

M Yani mengharapkan, pencanangan Kampung KB Musaramim Kite pada hari ini, 28 Agustus 2017,  melalui pembangunan terintegrasi lintas sektoral di pedesaan diharapkan dapat diwujudkan percepatan pembangunan program Kependudukan, Keluarga Berencanaaa, Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Ibnu Hayim sebelum pencanangan Kampung KB tingkat kecamatan di daerahnya mengatakan, jika dulu masyarakat berpikir BKKBN dan mengkaitkan dengan alat kontrasepsi maka pemikiran itu perlu diluruskan lagi, karena program kerja dan tanggungjawab BKKBN dalam pembangunan semakin luas.

"Kita jangan begitu bicara Kampung KB, bicara alat kontrasepsi, tapi bagaimana membangun masyarakatnya sejahtera. Ciri-ciri sejahtera, enak makan, enak tidur, penampilan matang. Untuk itu saya meminta agar lintas sektor terlibat langsung dan bersama BKKBN mensukseskan program Kampung KB dan KKBPK," tegasnya.

Masih, kata Bupati Ibnu Hasyim, dia meminta agar dana desa dikelola dengan baik. "Kalau tidak mampu ada dinas kita nanti akan mengelola dana tersebut dengan baik. Pengunaannya harus tepat sasaran dan tidak melanggar ketentuan yang ada,"  demikian kata Bupati.(*)

Rubrik:News

Komentar

Loading...