Gubernur Minta PT PLN Tambah Satu Kapal Pembangkit Listrik di Krueng Raya

Gubernur Irwandi Yusuf didampingi General Manager UIP Sumbagut, Jurlian Sitanggang melakukan peletakan batu pertama bangunan Gardu Induk PLN 275/150 kV UPP jaringan Aceh di Desa Bakoi, Aceh Besar.

Banda Aceh – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengharapkan PT. PLN (Persero) dapat menambah satu kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) Onur Sultan di Pelabuhan Krueng Raya, Aceh Besar.

Peryataan itu disampaikan Irwandi Yusuf kepada General Manager Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumbagut, Jurlian Sitanggang saat meresmikan pembangunan Gardu Induk Ulee Kareng berkapasitas 275/150 kV, di Desa Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (25/8/2017).

Ia menyatakan, Aceh sangat membutuhkan kapal PLTD Apung untuk ditempatkan di Pelabuhan Krueng Raya, Aceh Besar, seperti di Belawan Medan. “InsyaAllah rakyat akan berdoa agar PLN berjaya,”ungkapnya.

Irwandi menjelaskan, permintaan kapal listrik itu untuk memberikan kepercayaan kepada para investor yang ingin berinvestasi di Provinsi itu. “Karena selama ini, krisis listrik di Aceh menjadi salah satu hambatan investor masuk ke Aceh,”ungkapnya.

“Kami ingin sampaikan kepada para investor bahwa listrik di Aceh tidak perlu menunggu 5 tahun lagi tapi sekarang sudah melebihi cukup. Itu harapan kami,”katanya.

Kalau perlu, kata Irwandi, Pemerintah Aceh akan mengirimkan surat resmi untuk menambah satu kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) Onur Sultan berkapasitas 240 megawatt (MW) seperti yang di Belawan.

Terkait permintaan itu, General Manager UIP Sumbagut, Jurlian Sitanggang mengatakan, permintaan kapal PLTD Apung akan disampaikan pada direksi nanti. “Saya kira itu usul yang sangat baik,”katanya.

“Setelah beroperasinya pembagunan jaringan tol listrik di akhir bulan ini, dari Paya Kumbu sampai Sidempuan, maka kapal yang ada di Belawan bisa diahlikan ke Aceh,”terangnya.

Pembangunan Gardu Induk

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan, pembangunan Gardu Induk Ulee Kareng berkapasitas 275/150 kV, di Desa Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar menjadi solusi untuk mengatasi masalah listrik di Provinsi itu.

“Dengan dimulainya pembagunan Gardu Induk Ulee Kareng milik PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumbagut UPP Jaringan Aceh itu bisa menjawab persoalan krisis listrik di Aceh,”kata Gubernur Irwandi.

Dikatakannya, kebutuhan Aceh 372 MW dan selama ini hanya mampu disuplai sebesar 317 MW. Semoga dengan pembangunan gardu Ulee Kareng bisa mengatasi kelangkaan listrik di Aceh.

Apalagi, kata Irwandi, dalam program 100 hari kepemimpinannya berjanji untuk membenahi persoalan listrik di Aceh. “Oleh karena itu, pembangunan Gardu Induk Ulee Kareng diharapkan Irwandi menjadi jawaban dari janji 100 hari kepemimpinannya bersama Wagub Nova Iriansyah,”ujarnya.

Ia menyebutkan, bahwa pembangunan Gardu Induk Ulee Kareng merupakan rangkaian pembangunan tol listrik Sumatera yang pembangunannya dimulai dari Lampung hingga Aceh. Tol listrik tersebut merupakan sebuah usaha mewujudkan cita-cita Presiden Jokowi yaitu pembangunan 35 ribu Mw listrik dalam lima tahun kepemimpinannya.

“Rangkaian tol listrik di Aceh dimulai dari pembangunan gardu induk dari Pangkalan Susu ke Lhokseumawe, berlanjut ke Sigli hingga tersambung ke gardu Ulee Kareng Aceh Besar,”jelasnya.

Irwandi juga mengatakan, pemerintah aceh siap mendukung target itu dengan memudahkan segala perizinan dan membantu penyelesaian sengketa tanah. "Apa saja yang bisa kami lakukan dalam kapasitas kepala daerah akan kami lakukan untuk mempercepat target 35 ribu Mw," kata Irwandi.

Aceh sendiri, kata Irwandi, akan menyumbang sekitar satu hingga dua ribu MW listrik. Potensi listrik Aceh berada pada listrik tenaga hidro, geothermal dan tenaga angin. Selain itu listrik tenaga surya juga potensial dikembangkan di Aceh, hanya saja harga investasinya mahal.

Sementara itu, General Manager UIP Sumbagut, Jurlian Sitanggang mengatakan, peresmian gardu Induk Ulee Kareng ini merupakan sebuah momen monumental bagi masyarakat di Provinsi Aceh.

“Dengan pembagunan gardu induk Itu menandai sampainya tol listrik Sumatera yang pembangunannya dimulai dari Lampung sampai Aceh,”jelas disela-sela peletakan batu pertama pembagunan gardu Induk Ulee Kareng.

Ia menyatakan, bahwa pembangunan ini adalah bagian dari program 35.000 MW yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Jokowi. “Jika pembebasan lahan tidak berlarut, dipastikan pembangunan tol listrik untuk Provinsi Aceh akan selesai pada Maret 2018 mendatang,”terangnya.

Jurlian menambahkan, pembangunan listrik di seluruh Indonesia khususnya Aceh hanya bisa terjadi karena kerja bersama. “LN hanya sebuah institusi yang tidak mungkin bekerja sendiri membangun listrik di negeri ini,”tambahnya.

Untuk itu, sebut Jurlian, pihaknya butuh support pemerintah daerah dan seluruh masyarakat sehingga cita-cita mewujudkan masyarakat adil dan makmur tercapai adanya. "Dengan komando pak gubernur kita bekerja bersama untuk membangun Aceh terang,"pungkas Jurlian.(adv)

Komentar

Loading...