91 Gunung Berapi ‘Baru’ Ditemukan di Lapisan Es Antartika, Jika Meletus Tamatlah Riwayat Bumi

Wiki CommonsGunung Erebus, Gunung berapi terbesar ke dua di Antartika

Acehportal.com - Hampir 100 gunung berapi "baru" telah ditemukan di bawah lapisan es Antartika.

Gunung ini ditemukan di wilayah yang begitu ketat dari sistem celah Antartika Barat yang menjadikannya lokasi vulkanik terbesar bumi.

Dilansir TribunTravel.com dari mnn.com, penemuan ini hampir mencapai 3 kali lipat jumlah vulkanik subglasial yang ada di benua tersebut.

Para peneliti pun kini menduga masih ada banyak lagi gunung api yang bisa ditemukan.

Sistem vulkanik yang begitu besar dapat hidup di bawah es menjadi hal yang paling mengkhawatirkan.

Di sisi lain temuan besar itu juga sebagai bukti betapa luas dan jauhnya benua tersebut.

"Kami takjub," kata pakar gletser Robert Bingham.

"Kami tidak menduga akan menemukan hal seperti itu."

Bisa saja wilayah tersebut akan menjadi wilayah gunung berapi terpadat di dunia yang lebih besar dari Afrika timur.

Kini para peneliti tengah mencari seberapa bahayanya ancaman gunung berapi "baru" itu.

Ini juga akan menentukan efek letusan yang ditimbulkan di lapisan es.

"Jika salah satu gunung berapi ini meletus, hal itu selanjutnya dapat mengacaukan lapisan es Antartika di barat," kata Bingham.

Letusannya bisa saja membuat lapisan es di Antartika meleleh dan mempercepat aliran es ke laut.

Semua es yang mencair itu bisa menimbulkan kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia, yang bisa menjadi bencana bila digabungkan dengan konsekuensi pemanasan global.

Lapisan es Antartika mengandung 90 persen es di Bumi, dan jika mencair seluruhnya, itu akan meningkatkan kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia lebih dari 200 kaki.

Gunung berapi itu ditemukan dengan bantuan sinyal radar penetrasi es yang mencari bentuk batuan dasar yang khas dari puncak gunung berapi.

Secara total, ada 91 gunung api "baru" ditemukan di Antartika dan membuat totol gunung berapi di sana menjadi 138.

Menariknya, gunung berapi yang "terpendam" di bawah es ini diyakini kurang aktif.

Seperti yang kita tau, Arktik dan Antartika adalah daerah yang paling rentan terhadap pemanasan global, pencairan es dapat meningkatkan kemungkinan letusan di masa depan.

Ini menjadi PR bagi peneliti yang harus dipantau dengan sangat ketat.

Komentar

Loading...