Ketua DPRA: “damai itu dimulai dari sebuah senyuman”

DPRA/ilustrasi

Banda Aceh, acehportal.com - Pada tanggal 17 Agustus tahun 2017, seluruh bangsa Indonesia bersuka cita merayakan hari kemerdekaannya, yang pada tahun ini genap 72 tahun. sesuai dengan surat dari Menteri Sekretaris Negara nomor b-755/m.sesneg/set/tu.00.04/08/2017, bahwa tema yang di usung pada tahun ini adalah “Indonesia kerja bersama”.

Menjelang peringatan HUT ke - 72, DPRA menggelar rapat paripurna istimewa DPRA Aceh tahun 2017 dalam acara mendengar pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke - 72 kemerdekaan RI, Rabu (16/8/2017).

Ketua DPRA Muharrudin yang menjadi pimpinan paripurna tersebut mengatakan, pada tanggal 17 Agustus tahun 2017, seluruh bangsa Indonesia bersuka cita merayakan hari kemerdekaannya, yang pada tahun ini genap 72 tahun.

Pada bulan ini juga bangsa indonesia memperoleh hikmah dalam upaya mengakhiri kemelut dan konflik dalam negeri, yaitu tercapainya kesepakatan damai antara pemerintah dengan gerakan Aceh merdeka, pada tahun 2005, tepatnya tanggal 15 Agustus, yang kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai hari damai Aceh seperti yang telah dilaksanakan, Selasa (15/8/2017) di lapangan Blang Padang.

Sang proklamator ir. Soekarno pernah berkata "tanpa perdamaian, kemerdekaan tidak berarti apa-apa", "menjaga perdamaian adalah tugas setiap orang dan kita punya kemampuan untuk menyebarkannya ke seluruh dunia."

Oleh karenanya, ia ingin mengajak semua pihak untuk menghayati kedua-dua peristiwa penting ini, dengan menempatkan bulan Agustus sebagai bulan penuh sejarah bagi seluruh bangsa Indonesia. “damai itu dimulai dari sebuah senyuman”.

Merdeka adalah sebuah kalimat yang mengandung ruh, merdeka juga merupakan kata yang mengandung makna spiritual. dengan kemerdekaan yang hakiki sebuah bangsa seperti bangsa Indonesia dapat meraih masa depan yang lebih baik, karena memiliki kedaulatan sebagai landasan untuk mencapai cita-cita. "dan cita-cita yang sangat mulia adalah upaya kita untuk mensejahterakan seluruh rakyat indonesia." ujar Muharuddin dalam paripurna itu.

"dengan usia kemerdekaan ke 72 ini, marilah kita terus berbenah, marilah kita tingkatkan wujud nasionalisme kita dan patriotisme kita, untuk kemajuan bangsa ini." serunya.

Dua peristiwa penting ini patut ditempatkan pada sebuah sisi dalam merenungkan perjalanan bangsa Indonesia dengan cita-cita luhurnya yaitu mensejahterakan rakyat dengan cara meningkatnya ekonomi, jaminan kesehatan dan sumber daya manusia (sdm).

Karena dengan membaiknya ekonomi, terjaminnya kesehatan, dan meningkatnya jumlah sumber daya manusia menjadi indikator kemajuan suatu daerah atau suatu bangsa. (*)

Penulis:gun
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...