Jadi Korban Serangan Kutu Laut, Ini Kisah 3 Warga Australia

Serangang kutu laut menimpa Adele shrimpton. (Foto: 9News.com. I tempo.co)

Melbourne, Acehportal.com – Sekumpulan kutu laut diduga menggigit kaki remaja Australia bernama Sam Kanizay (16 tahun) hingga mengalami pendarahan serius. Peristiwa itu terjadi ketika Sam berendam di tepi Pantai Brighton, Melbourne, Australia, Sabtu malam, 5 Agustus 2017. Rupanya, Sam bukan orang Melbourne pertama yang mengalami kejadian ini.

Seorang wanita asal Gold Coast, Australia, mengenang bagaimana dia diserang oleh krustasea laut yang sama tiga tahun lalu.

Adele Shrimpton mengatakan setelah melihat cerita Sam, ia menyadari kutu yang sama mungkin harus disalahkan untuk luka yang dialaminya selama perjalanan ke pantai setempat pada tahun 2014.

Shrimpton berdiri di air dangkal di Gold Coast bulan Oktober 2014 ketika dia merasa makhluk kecil itu menyerang pergelangan kakinya, sebagaimana dilaporkan 9News.

Dia merasakan sakit yang menyengat setelah menarik kakinya keluar dari pasir, dan kemudian dia melihat darah mengucur dari pergelangan kakinya. "Itu seperti lubang pin kecil di mana-mana di kaki saya ... pasti ada sekitar 300 gigitan," kata Shrimpton.

"Pada saat saya berjalan di pasir sekitar 20 meter untuk mengikat tali sandal saya, saya melihat ke bawah dan memperhatikan bahwa darah menyebar di seluruh pergelangan kaki saya. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, itu mengejutkan dan sedikit aneh untuk dilihat."

Pada saat itu para ahli tidak dapat mengidentifikasi apa yang menyerang Shrimpton, tapi setelah sekarang melihat cedera yang sama yang diderita Sam, dia percaya itu adalah kutu yang sama.

Sementara pada Agustus 2015, seorang ayah, Nick Murray, dan anak laki-lakinya, Will Murray, digigit oleh makhluk yang diduga kutu laut saat berenang di Pantai Sandringham, di tenggara Melbourne. Nick dan Will masuk ke air laut yang dingin.

Seperti yang dilansir Bayside Leader, Nick merasa kakinya mati rasa. Ia hanya melihat kakinya berdarah ketika ia keluar dari air laut. Ayah dan anaknya itu menahan gigitan-gigitan itu dan makhluk-makhluk kecil itu masih menempel di kaki mereka, meskipun mereka telah membersihkan darahnya.

“Kami berdiri diam selama 10 menit. Mungkin kalau kami terus bergerak hal itu tidak akan terjadi,” kata Nick.

Ayah Sam, Jarrod Kanizay, pergi ke tempat anaknya diserang pekan lalu dan menggunakan daging mentah sebagai umpan. Video hasil temuannya menunjukkan, ada ratusan makhluk laut kecil yang memakan daging umpannya.

Merespons serangan makhluk kecil yang menimpa Sam Kanizay, ahli biologi kelautan Genefor Walker-Smith memeriksa sampel makhluk itu. Ia mengatakan makhluk kecil yang membuat Sam terluka bukanlah kutu laut atau sea lice, melainkan Amphipoda lysianassid, sejenis krustasea pemakan bangkai atau yang biasa disebut sea fleas.

Komentar

Loading...