Sekretaris BKKBN: Kampung KB Untuk Tingkatkan Kesejateraan Warga Kecamatan

Banda Aceh - Sekretaris Utama BKKBN RI, H. Nofrijal mengatakan, bahwa pembentukan Kampung Keluarga Berencana (KB) Tingkat Kecamatan di Aceh untuk meningkatkan kesejateraan masyarakat di provinsi itu.

Hal itu diungkapkan Nofrijal saat mencanangkan Kecamatan Bebesen sebagai Kampung KB Madani Kencana di Takengon, Senin (7/8/2017). Turut hadir juga dalam kegiatan itu, Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan BKKBN RI, Ahmad Taufik, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, M. Yani.

Penyambutan itu dilakukan dengan adat Gayo, Nofrijal diselempangi kain Opoh Ulen Ulen (biasa digunakan untuk penghormatan pada tamu penting) dan ditepung tawar (peusijuk) oleh kaum ibu-ibu.

Ia mengharapkan dengan adanya pencanangan Kampung KB di Kecamatan Bebesen dengan jumlah Kampung sebanyak 33 desa,  28 Kampung Defenitif, 5 Kampung Persiapan dengan luas wilayah 47, 19 km2, jumlah penduduk 41,447 jiwa, dan 11 ribu KK lebih untuk mensejahterakan masyarakat.

“Kenapa dinamakan kampung, kampung punya ciri khas tersendiri, karena kalau kampung rasa memilikinya sangat besar dan itu yang ingin kita kembangkan. Kampung punya rasa silaturrahim dan ini yang akan kita bangun dengan pembangunan keluarga, ingin membangun bagaimana peran keluarga itu,”papar Nofrijal.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, bahwa program Kampung KB yang merupakan program dari Presidem Jokowi, mengedepankan kearifan lokal. “Untuk itu, ia berharap pencanangan Kampung KB tidak terlepas dari kearifan lokal,”tambahnya.

“Kita ingin melihat posisi dan keadaan keluarga di sini, dan dilakukan  pemetaan.  Mengambarkan situasi individu atau keluarga di Kampung KB, baik itu potensinya, kelemahan, itu yang akan kita lihat,”sebutnya.

Sementara itu, M. Yani mengatakan, ada tiga pilar program KKBPK, pertama kependudukan, kedua keluarga berencana, artinya KB itu perencanaan keluarga sejahtrera, penduduk tidak kita kurangkan kuantitasnya tapi meningkat kualitasnya, mulai dari perencanaan pernikahan, merencanakan kelahiran, mulai dari proses kehamilan, dan kemudian pengasuhan. Dan pilar ketiga yaitu Pembangunan Keluarga.

“Ada yang berbeda pada pencanangan Kampung KB di Aceh Tengah kali ini, yang mana di Aceh Tengah yang sejak proses pembentukannya melibatkan mahasiswa KKN,”jelasnya.

“Pembangunan juga memiliki tiga pilar, pembangunan yang dilakukan langsung ke orang yang disasar, kedua pembangunan ekonomi, bagaimana membangun ekonomi keluarga hingga mandiri dan sejahtera, ketiga yaitu program pengasuhan dan pendampingan, masyarakat perlu pengasuhan dan pendampingan,”pungkasnya.

Enam dari delapan Kampung Keluarga Berencana (KB) Tingkat Kecamatan di Aceh telah dicanangkan, dua lagi akan dicanangkan di Gampong Lampoh Krueng, Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie pada 8 Agustus 2017 dan satu lagi di Gampong Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat pada 10 Agustus 2017.(*)

Rubrik:News

Komentar

Loading...