Ada Penemuan Meriam Bersejarah Peninggalan Kerajaan Seuna’am

Alue Bilie, acehportal.com - Personel Koramil 06/Darul Makmur menemukan situs bersejarah peninggalan jaman kerajaaan Seuneu'am berupa meriam yang berada daerah Kuala Pau desa Pulo Kruet Kecamatan Darul Makmur, Minggu (6/8/17).

Meriam tersebut berukuran sekitar panjang 1,7 M, bagian depan berdiameter 30 Cm dan bagian belakang 50 Cm. Meriam tersebut menurut sejarah merupakan pemberian kerajaan Turky pada saat kejayaan Kerajaan Seuna'am.

Penemuan ini bermula dari laporan masyarakat kepada Babinsa Koramil 06/Darul Makmur tentang adanya bukti peninggalan bersejarah meriam di desa Pulo Kruet Kecamatan Darul Makmur dimana pengecekan dilakukan dilakukan oleh ahli waris /keturunan / cucu Tuwanku Abdullah raja Seuna'am ( Ujong Raja ) di dampingi anggota Koramil 06 / DM Kodim 0116 /Nagan Raya dan masyarakat setempat.

Lokasi meriam tersebut jauh dari pemukiman warga dan berada di Kuala atau pinggiran laut, dan perjalanan kesana ditempuh dengan menggunakan boat atau Robin (biasa masyarakat setempat bilang)

Bersama -sama dengan masyakat meriam tersebut kemudian di angkat ke daratan dan di tempatkan di desa Pulo Kruet. Demi kepentingan keamanan meriam tersebut di bawa ke Makoramil setelah bermusyawarah dengan ahli waris atau keturunan Raja Seuna'am.

Lettu Inf Amrin Danramil 06/Darul Makmur mengatakan bahwa penemuan benda bersejarah ini merupakan hasil laporan dari masyarakat kepada Babinsa setempat.

Ia mengajak kepada masyarakat agar peninggalan sejarah ini harus di jaga bersama, dan berharap agar masyarakat segera melaporkan hal yang serupa agar jangan sampai hilang dan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, karena peninggalan ini punya nilai sejarah dan sudah pasti menpunyai daya jual yang tinggi.

"Mari kita bersama -sama menjaga dan melestarikan budaya milik bangsa dan tugas ini bukan hanya pemerintah saja akan tetapi seluruh elemen sehingga kelak akan penerus kita akan mengetahui sejarah bangsa kita," ajak Lettu Inf Amrin Danramil 06/Darul Makmur.

Komentar

Loading...