Ini Tanggapan Rektor Terkait Mahalnya Biaya Kuliah di UTU

Meulaboh - Rektor Universitas Teuku Umar (UTU)  Prof Jasman Makruf, M.BA menjelaskan, dari sebanyak 1.400 mahasiswa di Universitas itu, hanya sebesar 16,5 persen mahasiswa baru yang dikenakan SPP Rp.2,4 juta per orang.

Hal itu disampaikan  Rektor UTU terkait terkait pemberitaan mahalnya biaya kuliah di Universitas Teuku Umar yang mencapai Rp2,4 juta per semester, Minggu (6/8/2017).

“Mahasiswa yang dikenaka biaya SPP sebesar Rp.2,4 juta itu merupakan mahasiswa yang lulus jalur mandiri, sedangkan bagi mahasiswa yang lulus jalur seleksi bersama masuk pperguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNPTN) dibebaskan SPPnya,”ujarnya.

Namun, katanya, tidak semua mahasiswa baru dibebaskan SPP, ada beberapa katagorinya. “Bagi mahasiswa baru UTU yang lulus jalur SBMPTN dan SNPTN sebanyak 21,43 persen dari total mahasiswa baru yang dibebaskan SPPnya,”paparnya.

Ia menyebut, sebanyak 10.5 persen mahasiswa baru dikenakan biaya SPP sebesar Rp.500.000, dan sebanyak 17,5 persen diekenakan biaya Rp1 juta dari mahasiswa baru yang dikenakan biaya SPP. “Jadi ada sekitar 50% mahasiswa baru di UTU yang membayar SPP sekitar Rp1 juta,”sebutnya.

Sementara selebihnya sekitar 23,21 persen dikenakan biaya Rp 1,3 juta dan sebanyak 10,93 persen dikenakan biaya Rp1,6 juta.

Menurut dia, UTU beda dengan PTN lain di Aceh, Universitas Kebanggaan Masyarakat Barat Selatan Aceh ini tidak mengenakan Sumbangan Pembanguan Institusi (SPI) bagi Mahasiswa jalur mandiri.

Lebih lanjuut, Rektor UTU ini juga menambahkan, berbeda dengan Unsyiah bandinya, bagi Mahasiswa Unyiah jalur mandiri di Prodi Teknik Sipil dibebankan SPI sebesar Rp50 juta, prodi Akuntansi Rp12,5 juta dan Prodi Agibisnis Rp15 juta.

Sebelumnya, Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) mengeluhkan mahalnya biaya kuliah di kampus tersebut. Biaya yang dipatok per semester senilai Rp 2,4 juta, itu dianggap membebani kehidupan mereka yang umumnya mengaku dari keluarga sederhana.

Penulis:Wawan
Rubrik:Pendidikan

Komentar

Loading...