Pemerintah Aceh Diminta Perhatikan Transportasi Simeulue

Pixabayjalan

Banda Aceh - Tokoh masyarakat pantai barat selatan Aceh, Said Mustafa Usab Al-Idrus meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh untuk memperhatikan jalur transportasi dari dan ke Pulau Simeulue. Sebab, kurang majunya daerah kepulauan itu disebabkan jalur transportasinya belum maksimal.

“Untuk memajukan Simeulue hanya satu cara, yaitu transportasi harus segera dibenahi. Karena itu, kita minta perha­tian Pemprov Aceh untuk segera merin­tisnya, supaya ada kapal feri dari daratan Sumatera berlayar pergi-pulang (PP) ke sana pada hari yang sama,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga mantan anggota DPR-RI ini, kepada Analisa di Banda Aceh, Kamis (3/8)

Dengan lancarnya jalur transportasi, kata Said, maka semua sektor pemba­ngu­nan di Simeulue akan berjalan lancar. Se­bab, untuk memajukan daerah kepu­lauan itu, harus ada transportasi laut setiap hari,” ujarnya.

Selama ini, sering terjadi penum­pukan penumpang, baik di Dermaga Labuhan Haji, Aceh Selatan maupun Der­­maga Kota Batu, Sinabang, Kabu­paten Simeulue. Akibatnya, hasil keka­yaan alam Simeulue seperti kelapa sawit, yang hendak dibawa ke luar daerah, sering membusuk.

Saat ini akses ke kabupaten kepulauan yang dihuni hampir 100 ribu jiwa itu, melalui tiga jalur dari daratan Sumatera, yakni Dermaga Labuhan Haji (Aceh Se­latan), Pulo Sarok (Aceh Singkil) dan Kuala Bubon (Aceh Barat). Jalur paling banyak dilewati penumpang adalah Dermaga Labuhan Haji.

Hanya Satu Jalur

Namun, sejak Kamis (3/8) hanya satu jalur yang dapat digunakan, yakni me­lalui Dermaga Pulo Sarok (Aceh Sing­kil), sementara dari Kuala Bubon tidak dapat dilayari karena kondisi cuaca sa­ngat ekstrem membuat kapal tidak dapat me­rapat ke pelabuhan. Sedangkan Pela­buhan Labuhan Haji sedang mengalami perbaik­an. Kondisi itu membuat masya­rakat Simeulue harus antre melalui satu jalur.

Jalur penyeberangan Simeulue menu­ju Labuhanhaji, Aceh Selatan dan sebaliknya, mulai Kamis (3/8) ditutup menyusul adanya perbaikan dermaga. Hal itu diumumkan secara resmi oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penye­barangan (PT ASDP).

Penutupan rute pelayaran berlang­sung 3-7 Agustus 2017. Dengan ditutup­nya jalur ini, satu-satunya rute yang meng­hubungkan Pulau Simeulue dengan daratan Sumatera adalah melalui Aceh Singkil.

Seorang warga Simeulue di Banda Aceh, Herue, juga meminta Pemprov Aceh dan Pemkab Simeulue untuk serius memperhatikan jalur transportasi laut di daerah itu. “Pemerintah jangan tutup mata, karena tanpa jalur transportasi laut yang maksimal, Simeulue akan sekarat,” tegasnya.

Sumber:Analisa
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...