Massa Bakar Bangunan PT Asdal Prima Lestari

Foto: Ist

Banda Aceh  - Pengrusakan dan pembakaran aset milik PT Asdal Prima Lestari diduga dilakukan oleh massa dari Gampong Kapal Sesak, Kecamatan Trumon Timur,‎ Aceh Selatan dan Kota Subulussalam, Rabu (2/8/2017) malam.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Goenawan mengatakan, pengrusakan dan pembakaran berawal saat pihak Kejari Aceh Selatan bersama Polsek Trumon Timur melakukan eksekusi terhadap seorang warga bernama Zainal.‎

Berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri (PN) Aceh Selatan tentang tindak pidana penyerobotan lahan HGU milik PT Asdal Prima Lestari di gampong tersebut yang dilakukannya, sekitar pukul 20.30 WIB.

"Kemudian, pihak Kejari Aceh Selatan dan Polsek Trumon Timur membawa yang bersangkutan ke Polsek Sultan Daulat jajaran Polres Aceh Singkil. Saat eksekusi dilakukan, masyarakat termasuk keluarga yang bersangkutan beramai-ramai datang ke Mapolsek Sultan Daulat dengan jumlah massa kurang lebih 200 orang untuk meminta Zainal dilepaskan," ujarnya, Kamis (3/8/2017).

Sekitar pukul 21.30 WIB, pihak Kejaksaan yang membuat kesepakatan dengan tokoh masyarakat kemudian melepaskan Zainal. Selanjutnya, massa berkumpul di rumahnya di kawasan Gampong Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

"Pukul 22.00 WIB, kurang lebih sekitar 250 orang massa dari Aceh Selatan datang berkumpul di gerbang PT Asdal‎ dan massa yang sebelumnya berkumpul di rumah Zainal berniat menghentikan mobil yang dikendarai oleh pihak Kejari Aceh Selatan dan Polsek Trumon Timur," kata Kabid Humas.

Di waktu yang bersamaan, massa dari Aceh Selatan dan massa yang berkumpul di depan rumah Zainal bergabung menuju ke PT Asdal Prima Lestari. Sekitar satu jam kemudian, Kanit Reskrim Polsek Daulat menerima panggilan melalui telepon seluler dari GM P Asdal Prima Lestari, Syahrol, yang melapor bahwa massa telah mengrusak dan membakar sejumlah aset milik perusahaan.

"Kapolsek Daulat beserta anggota yang mengetahui hal itu langsung mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan melihat telah terjadi pembakaran dan pengrusakan. Kemudian, Pasi Ops Kompi Brimob Trumon Timur juga datang ke lokasi. Setelah dikoordinasikan, anggota Brimob mengawal mobil pemadam kebakaran," ungkap Kombes Pol Goenawan.

Akan tetapi, sambungnya, pada saat jalan di gerbang, massa menumbangkan batang sawit dan melempar mobil Brimob yang kemudian massa pergi meninggalkan lokasi sekitar pukul 00.15 WIB.

"Setengah jam kemudian Kapolres Aceh Singkil dan Kapolres Aceh Selatan datang ke lokasi kejadian beserta pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB," katanya.

Adapun aset milik perusahaan yang dibakar dan dirusak massa adalah pos satpam depan perusahaan, kantor HRD dan 5 unit perumahan karyawan teknik, gudang logistik, kantor besar, tangki minyak solar serta kendaraan seperti satu unit alat berat jenis Jonder, 2 unit damtruk, 5 unit mobil colt diesel, satu unit mobil Toyota Hartop, satu unit Fuso Interkuler dan satu unit Honda Revo.

"Selain itu, ‎pengrusakan tempat timbangan buah, kantin, rumah Manager dan rumah KTU. Untuk kerugian materil belum dapat ditaksir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," tambah mantan Wadir Lantas Polda Aceh ini.

Penulis:Hafiz
Rubrik:Peristiwa

Komentar

Loading...