Memperdalam Ilmu Seni ke Jepang Sejumlah Remaja Aceh Minta Restu DPRA

khairulWakil Ketua DPRA, T. Irwan Djohan menerima audensi Lembaga The Global Dialogue Jepang

Banda Aceh, acehportal.com - Wakil Ketua DPRA, T. Irwan Djohan menerima audensi Lembaga The Global Dialogue Jepang, pada Selasa, (1/8) siang di Kantor DPRA.

Kunjungan Lembaga The Global Dialogue Jepang ini guna meminta restu kepada DPRA, untuk membawa sejumlah pemuda-pemudi Aceh yang bergelut di bidang seni ke negeri Sakura ini.

Irwan Djohan menjelaskan, mereka terpilih untuk berangkat ke Jepang dikarenakan pemuda-pemudi ini berprestasi mengembangkan kesenian Aceh dan memiliki wawasan yang tinggi, seperti penguasaan bahasa jepang dengan waktu lebih cepat, ujian kemampuan bahasa inggris dengan skor TOEFL 500, dan beberapa karya seni yang diakui oleh Jepang.

The Global Dialogue Jepang dalam hal ini telah menjalin kerjasama dengan seniman-seniman Aceh. Kerjasama ini tidak hanya tukar kesenian akan tetapi juga mengembangkan wawasan seniman di Aceh. Objek-objek peninggalan tsunami di Aceh juga turut menjadi perhatian Jepang.

Seperti Kapal PLTD Apung bahkan hal-hal kecil seperti pohon cemara yang bisa selamat dari bencana Tsunami. Seniman Jepang ini mengusulkan kiranya pohon tersebut bisa dilindungi. Bukan untuk di"sakral"kan akan tetapi menjadi pengingat umat manusia bahwa seberapapun sulitnya kehidupan ini kita harus bertahan dan melangkah maju ke depan.

Umpamanya seperti pohon tersebut yang selamat dari bencana dan terus tumbuh.
Sharing seni jepang ini membawa dampak positif bagi seniman Aceh untuk lebih percaya diri.

The Global Dialogue Jepang mengakui kualitas seniman Aceh rata-rata sama dengan seniman diluar negeri, hanya mereka kurang semangat untuk berekspresi dan mengembangkan seni di Aceh.
Jepang berharap melalui kunjungan ini, pemerintah bersedia mendukung seniman-seniman Aceh untuk berkreatifitas.

"Jepang sendiri melalui kerjasama ini telah membimbing pemikiran generasi mudah Aceh yang berkecimpung dibidang seni. Hasil yang diperoleh generasi muda ternyata mengejutkan," kata T. Irwan Djohan.

Menurut Irwan, dari sisi penyerapan dan penguasaan bahasa jepang ternyata generasi muda di Aceh mampu dengan cepat menguasai bahasa Jepang yang terkenal sangat sulit baik secara lisan maupun tulisan.
Demikian pula lukisan dan karya seni pemuda-pemudi Aceh bisa mendapat "pengakuan" dari seniman Jepang.

Oleh karena itu, Wakil Ketua II DPRA ini meminta agar sepulang dari Jepang kiranya tim kecil ini bersedia memberi laporan hasil kunjungan ke Jepang dan hal apa yang akan ditindak-lanjuti ke depan.

Agar remaja-remaja Aceh bisa memiliki wawasan yang lebih bermakna, dalam artian membawa hasil yang baik bagi dirinya, dan membawa dampak yang positif bagi masyarakat Aceh. (*)

Penulis:gun
Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...