Besok, Komunitas Tikar Pandan Gelar Teater Balitok

Ilustrasi teater

Banda Aceh, Acehportal.com - Komunitas Tikar Pandan bekerjasama dengan Cordillera Green Network dan Asia Center-Japan Foundation akan menggelar pertunjukkan teater Balitok (Deru Mesin dari Gunung), di Gedung Sultan Selim Banda Aceh, Rabu (2/8/2017) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pegelaran itu, merupakan hasil kerjasama dengan tiga negara, yakni Indonesia, Philippina, dan Jepang.

Deputi Direktur Komunitas Tikar Pandan, M. Yulfan mengatakan, teater ini akan dimainkan oleh puluhan aktor dari Dataran Tinggi Coldirella, Pulau Luzon, Philipina, yang sehari-hari tinggal di perkebunan kopi.

“ Balitok mengisahkan bagaimana era demam emas yang telah mulai dirintis di kawasan itu sejak era Penaklukan Spanyol abad 16. Lalu beralih tangan kepada perusahaan multinasional pada masa Philipina dijajah Amerika Serikat, selama berabad-abad menjadi ancaman terhadap kehidupan para petani,” katanya kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (1/8/2017).

Naskah teater ini, katanya, ditulis berdasarkan wawancara para aktor dengan para penambang rakyat, yang mengambil alih pertambangan emas dari perusahaan-perusahaan multinasional setelah Perang Dunia Kedua berakhir, dan sekali lagi harus berhadapan dengan kehancuran lingkungan dan pencemaran bahan-bahan kimia.

“Setsu Hanasaki dan Toshihisa Yoshida, seorang seniman Jepang bertindak selaku sutradara untuk pertunjukkan ini dan didukung oleh tim artistic dari Banda Aceh, Cordillera, dan Tokyo,” ujarnya.

Cordillera Green Network, dijelaskannya, merupakan sebuah LSM lingkungan yang sejak 2001 bekerja untuk mendukung gerakan pemulihan lingkungan, di Dataran Tinggi Coldirella yang hancur karena pertambangan emas, dan dalam kegiatannya kerap menggunakan pendekatan kesenian.

Sebelum diselenggarakan di Banda Aceh, Balitok  dipentaskan di Manila dan beberapa kota lainnya di Phlippina. Pertunjukkan ini gratis.

Dalam rangkaian kegiatan ini, Komunitas Tikar Pandan juga akan menyelanggarakan workshop teater, yang melibatkan seniman seperti Setsu Hanasaki,  Agus Nur Amal, dan Fauzan Santa.

Penulis:Redaksi
Rubrik:Hiburan

Komentar

Loading...