Undang Irwandi-Nova Makan Siang di Istana, Ini Alasan Jokowi

akun fb Irwandi YusufPresiden Joko Widodo saat santap siang bersama Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wagub Nova Iriansyah serta pimpinan DPRA juga Wali Nanggroe.

Acehportal.com, Jakarta - Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Nova Irianysah, menjadi satu-satunya pasangan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2017 yang diundang oleh Presiden Joko Widodo makan siang di Istana.

Pasangan tersebut tiba di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/7/2017) pukul 12.00 WIB. Keduanya menggunakan pakaian dinas lengkap yang mereka kenakan saat pelantikan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022.

Selain Irwandi-Nova, ada juga pimpinan DPR Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, Kepala Bappeda Aceh, dan ulama setempat.

Begitu tiba, mereka langsung masuk ke dalam Istana Kepresidenan dan bersalaman serta berfoto bersama Presiden Jokowi. Setelah itu, digelar santap siang bersama.

Irwandi Yusuf mengatakan, perlakuan istimewa ini karena dia dan Nova menjadi satu-satunya pasangan gubernur dan wakil gubernur yang tidak dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana.

Sebab, Aceh sebagai daerah istimewa memiliki Undang-Undang khusus yang mengharuskan gubernur dan wakil gubernur dilantik dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat Aceh oleh Menteri Dalam Negeri.

"Nah jadi hari ini kami diundang. Dan kami disuruh pakai baju ini (baju pelantikan), ya semacam pengukuhan oleh Presiden," ucap Irwandi usai makan siang dengan Presiden.

Irwandi mengatakan, saat makan siang, Presiden sempat memberikan sejumlah arahan. Mulai dari proyek infrastruktur di  hingga bagaimana cara meningkatkan investor yang masuk ke Aceh.

"Rencananya, setelah ini juga akan digelar rapat terbatas mengenai evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di provinsi Aceh," ucap Irwandi.

Jokowi sendiri sebelumnya menyempatkan diri singgah di Provinsi Aceh dalam perjalanan menuju Ankara, Turki, Rabu (5/7/2017).

Di Serambi Mekah, Jokowi bertemu  Irwandi-Nova yang baru dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh periode 2017-2022.

Kepada pasangan tersebut, Presiden Jokowi berpesan supaya Provinsi Aceh memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menciptakan situasi yang kondusif bagi investasi di wilayah yang dipimpinnya.

"Tunjukkan bahwa Aceh aman sehingga investor mau investasi di Aceh. Image Aceh tidak aman harus betul-betul dihilangkan," ujar Jokowi di ruang tunggu Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sebagaimana dikutip siaran pers resmi Istana.

Komentar

Loading...