Banjir Landa Lima Kecamatan Agara

banjir (ilustrasi@ Analisa

Acehportal.com - Pasca diguyur hujan selama beberapa jam, Jumat (28/4), wilayah Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) dilanda banjir. Tercatat ratusan rumah warga di lima kecamatan tergenang banjir dan tiga di antaranya rusak.

Banjir menggenangi wilayah Ke­ca­matan Bambel, Lawe Alas, Sema­dam, Tanoh Alas, dan Darul Hasanah akibat luapan air sungai setempat, sehingga sangat meresahkan warga 12 desa (gampong) yang tersebar di lima kecamatan tersebut.

Meski dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun ke­rugian material diperkirakan men­capai ratusan juta, karena selain me­rusak dua rumah warga Desa Kuta Ba­tu Dua dan satu rumah warga Desa Rih Mbelang, Kecamatan Lawe Alas, banjir juga menerjang puluhan hektare lahan perkebunan jagung dan kakao masyarakat.

Pantauan Analisa di lokasi, terlihat pemukiman warga digenangi air, begitu juga lahan perkebunan. Seperti di Kecamatan Lawe Alas, akibat luap­an Sungai Pio yang melintasi per­mukiman warga daerah pegunung­an itu, membuat dua rumah rusak, yakni milik Obos (52) dan Dankomeng (45).

Selain banjir kiriman dari pegu­nungan, sekitar 6 desa di Kecamatan Lawe Alas dilanda banjir akibat luapan Lawe (sungai) Alas. Genangan air di dalam rumah warga rata-rata dengan ketinggian sekitar 30 cm. Kebun jagung dan kakao milik warga yang berada di daerah aliran sungai (DAS) hanyut terkikis abrasi.

“Sejak, Kamis (27/4) malam debit air Lawe Alas terus meninggi, hingga akhirnya meluap ke permukiman warga. Sejauh ini memang tidak ada korban jiwa, namun membuat warga panik karena derasnya aliran sungai,” sebut Kepala Desa Kuta Batu, Seh M Amin kepada Analisa.

Desa Lawe Ijo dan Pinding, Keca­matan Bambel juga dilanda banjir. Puluhan rumah dan lahan perkebunan warga yang berada di DAS Kisam terkikis abrasi dan terendam air luapan sungai tersebut. Kerugian materi diper­kirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat rusaknya tanaman jagung dan kakao milik warga.

Kondisi yang tak jauh berbeda terlihat di Kecamatan Semadam, Tanoh Alas, dan Darul Hasanah. Pu­luhan rumah digenangi banjir, dengan kondisi paling parah di Desa Suka Makmur, Khutung Mbelang, dan Kuta Ujung.

Genangan air merambah ke permu­kiman warga Kuta Ujung dan Khu­tung Mbelang akibat luapan Lawe Alas. Kendati tak ada korban jiwa, na­mun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat kerusakan tanaman jagung, kakao, dan padi milik petani.

Warga Desa Suka Makmur, Keca­matan Semadam, salah satu permu­kiman yang porak- poranda akibat banjir bandang beberapa waktu lalu, sangat resah akibat luapan air dari atas permukiman kembali menghantam rumah-rumah mereka disertai material bebatuan, kayu dan lumpur hingga menutupi badan jalan penghubung Kutacane-Sumatera Utara.

“Setelah hujan reda, tumpukan material langsung dibersihkan dari badan jalan, karena sejumlah alat berat memang masih berada di lokasi banjir bandang tersebut,” kata Kabid Keda­ruratan dan Pencegahan BPBD Aceh Tenggara, Hasbullah.

Hingga berita ini diturunkan, banjir di lima kecamatan sudah mulai surut, mayoritas penghuni rumah terlihat bekerja ekstra keras membersihkan rumah masing-masing dari endapan lumpur.

Sumber:Analisa
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...