Modus Minta Izin, Napi Narkoba Kabur dari Lapas Lambaro

Ilustrasi

Acehportal.com - Satu lagi narapidana (napi) kasus narkoba berhasil melari­kan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banda Aceh di Lambaro. Napi yang ber­nama Dedi bin Alm TM (44), warga Montasik, Kabupaten Aceh Besar itu melarikan diri dengan modus minta izin keluar Lapas.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goe­nawan me­ngatakan, ini napi narkoba ketiga yang berhasil melarikan diri dengan mulus, setelah sebelumnya dua napi yang dikenal sebagai bos narkoba juga dari Lapas Banda Aceh minggu.

“Ternyata napi ini sudah lama diberikan izin keluar Lapas oleh petugas, namun tidak kembali sampai saat ini,” ujar Kom­bes Pol Goenawan, Kamis (27/4).

Dikatakan, napi yang kabur atas nama Dedi bin Alm TM me­rupa narapidana kasus narkotika yang dihukum 12 tahun 3 bulan. Padahal, napi ini baru bisa bebas sementara pada 23 Juli 2026 nanti, namun ternyata tetap diberi izin keluar Lapas.

Napi tersebut divonis PN Jantho tahun 2014 dengan nomor putusan 140/pid.B/2014/PN-Jantho,” jelasnya.

Ironisnya, ujar Goenawan, pengeluaran dan pelarian napi tersebut diketahui oleh Kalapas M Drais Sidik. Namun Drais tidak melaporkan napi tersebut telah melarikan diri seperti dua napi sebelumnya.

Menurut ajudan dan kepercayaan Kalapas M Iqbal yang di­­tunjuk sebagai pengawal napi korupsi Edi Wijaya, napi terse­but keluar Lapas empat hari lalu. Petugas Lapas sudah ber­usaha mencari dan mengirim surat pang­gilan untuk kembali ke Lapas Banda Aceh.

Hal itu mengingat, ada informasi akan adanya inspeksi men­dadak (Sidak) dari tim Kanwil dan Ditjenpas. Namun sampai Kamis (27/4) sore, napi tersebut belum juga kembali ke Lapas dan pencarian pun tidak berhasil menemukannya.

“Dipastikan napi tersebut telah melarikan diri karena tidak kembali ke Lapas saat diperintahkan balik oleh Kalapas mela­lui pegawai,” kata Kombes Goenawan yang sa­ngat menye­sal­­kan dan kecewa dengan sikap pihak Lapas yang terkesan mela­laikan tugas.

Anehnya, tambah Gornawan, Kalapas Banda Aceh M Drais Sidik sudah tahu napi tersebut melarikan diri tetapi tidak mem­buat laporan kepada pihak kepolisian dan Kantor Wilayah Kemen­kum ham Aceh. "Ini terke­san disengaja atau ada pembi­aran," katanya.

Sumber:Analisa
Rubrik:Hukum

Komentar

Loading...