Jaga Ketahanan Pangan, PT Mifa Bersaudara dan UTU Bantu Kelompok Petani Aceh Barat

acehportal.comIlustrasi Padi

Acehportal.com, Aceh Barat - PT Mifa Bersaudara bersama Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, melaksanakan kegiatan pelatihan teknik budidaya padi di balai pertemuan Gampong Balee, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Kamis (27/4/2017).

Selain itu juga dilanjutkan penyerahan bantuan benih padi, kapur organik kepada kelompok tani Desa Balee dan Reudeup.

Kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan suatu bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan dan sekaligus upaya nyata mendukung program pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan.

CSR dan Media Relation Manager PT Mifa Bersaudara, Azizon  Nurza mengatakan, program yang dilaksanakan tersebut merupakan salah satu wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah khususnya, baik di bidang ketahanan pangan dan mendukung program swasembada.

Ia menyebutkan, pembinaan petani padi ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2015, yang dimulai dengan Desa lintasan hauling. Sementara pada tahun 2017, diprioritaskan hanya di tiga desa, yakni Desa Balee, Reudeup, dan Buloh.

“Dalam kegiatan pembinaan ini kami bekerjasama dengan UTU. Sedangkan pedampingan kita bekerjasama dengan Dinas Pertanian Aceh Barat, yang dilaskanakan mulai April-Desember 2017, yang nantinya akan kita evaluasi untuk menentukan program lanjutan,”kata Azizon yang didampingi Community Development Superintendent T. Kaddhafi Al Munir, SP, MP dan Tenaga Ahli Padi UTU, Khairunnisa,SP.MP.

Sementara itu, Community Development Superintendent PT Mifa Bersaudara, T. Kaddhafi Al Munir mengatakan, untuk Gampong Balee dan Reudeup Kecamatan Meureubo, dengan penerima manfaatnya sejumlah 89 orang petani dengan luas 38 Ha, tergabung dalam 2 kelompok tani yaitu kelompok Ingin Maju dan kelompok Sumber Amanah.

“Bantuan tersebut tidaklah 100 persen dibantu, namun masih ada kontribusi swadaya dari petani. Dengan harapan, program ini bisa meningkatkan kemampuan petani dan pada akhirnya bisa meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan petani,” ujar Kaddhafi Al Munir selaku Koordinator pelaksana Program budidaya padi tersebut.

Khairunnisa,SP.MP, selaku narasumber dan tenaga ahli Padi Univesitas Teuku Umar menambahakan, uji tanah yang dilakukan dibeberapa titik area persawahan  menunjukkan adanya kadar asam tanah, hal ini terjadi pada umumnya di area persawahan di Kecamatan Meureubo,  sehingga langkah pertama yang perlu dilakukan dengan pemberian kapur pertanian (dolomit) dengan kapasitas pemakian 400 kg per Ha, ditambah dengan 300 kg/Ha pupuk organik pada saat pengolahan tanah dilakukan.

Dikatakannya, sifat penggunaan kapur pertanian dan pupuk organik untuk mendukung kesuburan tanah. “Namun tetap dibutuhkan pemupukan lainnya seperti urea, za, kcl, sesuai kebiasaan yang sudah diterapkan petani, mari kita siapkan benih padi, dolomit dan pupuk yang sudah dibantu dari  PT Mifa Bersaudara ini, untuk kita tanami secara serentak, hingga kita bisa panen di masa 3 bulan ke depan,” ungkapnya.

Ketua kelompok tani padi Gampong Balee dan Reudeup, Bustami dan Tgk. Khadawi mengucapkan  terima kasih kepada PT Mifa Bersaudara yang telah membantu dari awal berupa bantuan sosial pasca banjir yang membuat padi kami gagal panen.

“Dan hari ini kami dibantu lagi dalam bentuk benih padi dan pupuk hingga pembinaan, hal ini sangat membantu kami untuk kembali turun ke sawah secara serenak, dan tolong kami diajari cara bercocok tanam yang baik sehingga kami dapat berhasil panen padi di musim tanam kali ini,” harapnya.

Penulis:Putra
Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...