Warga Menangis Saat Sirene Peringatan Tsunami Dibunyikan

Menara sirene peringatan tsunami di Gampong Blang Oi

Banda Aceh, Acehportal.com - Uji pembunyian sirene peringatan tsunami atau Tsunami Early Warning System (TEWS) yang dilakukan Pemerintah Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BP­BA) di Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu (26/04/2017) diwarnai tangisan warga.

Pengujian simulasi tersebut dilakukan dalam rangka Hari Kesiapsiagan Bencana Nasional (HKBN) yang diperingati setiap 26 April. Namun, saat sirene peringatan tsunami di Gampong Blang Oi, Kecamatan Meuraxa, tepat pukul 10.00 WIB dibunyikan, sejumlah ibu-ibu terlihat meneteskan air mata.

Salma (53), seorang warga setempat, mengaku sedih saat mendengar suara sirene tsunami itu dibunyikan.

“Sedih teringat keluarga yang jadi korban tsunami,” katanya.

Namun, ia mengusulkan kepeda pemerintah uji sirene tersebut tidak hanya dilakukan setahun sekali, tapi tiap bulan.

“Setidaknya setiap bulan dites sirene peringatan tsunami tersebut,” ujarnya, sembari menambahkan, sudah mendengarkan bunyi sirene tsunami untuk ketiga kalinya.

Staf Operasional BMKG Stasiun Mata Ie, Zainal Abidin yang mengawasi sirene peringatan tsunami mengatakan, sirene peringatan tsunami yang dibunyikan pada Hari Kesiapsiagaan Bencana dengan menggunakan pengeras suara luar baru kali ini dilakukan.

“Untuk sirene tsunami di Indonesia, seperti di Bengkulu, Bali, Padang, kita membunyikan rutin setiap 26 April. Mungkin untuk Aceh juga rutin, tetapi baru speaker dalam, speaker luar baru kali ini,” jelasnya.

Rubrik:News

Komentar

Loading...