Sirine Tsunami Besok Dibunyikan, Warga Banda Aceh Diminta Tak Panik

Kendaraan melintas di depan tower peralatan Sirine Tsunami atau Early Sistem Tsunami (EWS) di kawasan pesisir Desa Kajhu, Aceh Besar, Aceh, Rabu (15/10). Perangkat Sistem Peringatan Dini Tsunami itu akan dioperasikan di enam lokasi pada silumasi tsunami tanggal 26 Oktober 2014 sejaligus dalam rangka peringatah 10 tahun tsunami, sehingga warga diberitahukan agar tidak panik. ANTARA FOTO/Ampelsa/14

Acehportal.com - Pemerintah Kota Banda Aceh meminta masyarakat kota Banda Aceh untuk tidak panik dengan rencana pemerintah untuk membunyikan sirine tsunami pada hari Rabu 26 April 2017.

Bunyi sirine tersebut merupakan simulasi yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2017 tanggal 26 April 2017.

Kepala BPBD Kota Banda Aceh Fadhil mengatakan, rencananya ada enam titik sirine yang akan dibunyikan pada Rabu pagi di Banda Aceh. Fadhil menyebutkan, rangkaian kegiatan akan berlangsug dari jam 10.00-12.00 wib yang dipusatkan di lapangan Blang Padang Banda Aceh dan Gampong Pande.

Selain membunyikan sirine, sejumlah agenda lain juga sudah disiapkan seperti simulasi evakuasi mandiri masyarakat gampong Pande yang akan diikuti oleh 1000 orang. Kemudian simulasi mandiri sekolah yang akan diikuti oleh 4500 siswa dan guru di kota Banda Aceh.

“Sirinenya sekitar pukul 10. Ada enam titi sirine dan tiga di Banda Aceh dan tiga di Aeh Besar, Dan sudah kita kirim surat kepada camat-camat dan camat kita mintakan dikirm ke keuchik sehingga tidak menimbulkan kepanikan, terutama pada titik sirine, ini hanya tes bukan kebenaran,”ujarnya

Fadhil juga menambahkan, Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat serta pemangku kepentingan dalam menghadapi risiko bencana.

Selanjutnya, kata Fadhil melalui kegiatan itu juga untuk meningkatkan partisipasi dan membangun budaya gotong royong kerelawanan dan kedermawanan para pemangku kepentingan.

Ia menyebutkan, HKBN turut diikuti oleh sejumlah pihak yang peduli dengan kebencanaan seperti yayasan khadam nanggroe, RAPI, PMI, Pemuda Muhammadiyah, Forum PRB, IOM dan Museum tsunami. Menurut Fadhil kegiatan ini juga dilakukan bertepatan dengan HUT Kota Banda Aceh ke 812.

Penulis:raja
Rubrik:Kota

Komentar

Loading...