Kapolres Nagan Raya Didesak Ungkap Pelaku Teror Terhadap Keuchik Cot Mee

Koalisi Mahasiswa untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia Aceh Barat

Nagan Raya, Acehportal.com - Koalisi Mahasiswa Untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia Aceh Barat mendesak agar Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi SH MH, untuk segera menindaklanjuti dan mengungkap kasus teror melalui telepon dan pesan singkat (SMS) terhadap keuchik desa Cot Mee, kecamatan Tadu Raya, kabupaten Nagan Raya baru-baru ini.

Perwakilan Koalisi Mahasiswa Untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia Aceh Barat, Rino Abonita mengatakan, persoalan tersebut jangan dianggap sepele karena menyangkut nyawa manusia.

“Dalam UU secara tegas disebut bahwa setiap orang berhak atas rasa aman dan tentram serta telah ditekankan juga mengenai adanya perlindungan terhadap warga negara dari ancaman ketakutan. Negara dalam hal ini diwakili oleh pihak kepolisian seharusnya reaktif. Jangan seperti “Polisi India”, saat korban sudah jatuh, baru polisi bertindak,”  kata Rino Abonita dalam rilis yang diterima Acehportal.com, Rabu (19/04/2017).

Begitu juga dikatakan Deni Setiawan, perwakilan Koalisi Mahasiswa Untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia lainnya. Menurutnya, jika untuk satu kampung saja pihak kepolisian tidak mampu menanganinya dengan baik.

“Lalu bagaimana seandainya ketika satu wilayah kecamatan Tadu Raya mendapatkan teror, apakah pihak kepolisian mampu?,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui, keuchik Desa Cot Mee, Abdul Manan (56), beserta beberapa aparatur desa Cot Mee lainnya mendapat teror melalui telepon dan pesan singkat (SMS) dari orang yang mengaku gerilyawan.

Dalam terornya, OTK tersebut sempat meminta sejumlah uang untuk dikirimkan melalui rekening. Menurut kabar, salah seorang aparatur desa sempat mengirimkan pulsa sebanyak Rp 200.000 kepada si peneror.

Teror tersebut juga sempat dikait-kaitkan dengan sengketa lahan yang terjadi antara masyarakat desa Cot Mee dengan perusahaan perkebunan sawet PT. Fajar Baizury and Brothers yang sampai saat ini belum mencapai titik temu.

Adapun lembaga mahasiswa yang tergabung dalam  Koalisi Mahasiswa Untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia Aceh Barat, diantaranya Komite Pimpinan Wilayah Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (KPW SMUR Aceh Barat), Lembaga Mahasiswa Adovakasi Hak Asasi Manusia (LavasHAM), Forum Lingkar Bebas (LIBAS), Pendidikan antiketertindasan, Company Teatrikal Untuk Rakyat (CATUR), dan Solidaritas Demokrasi Aceh (SODA).

Rubrik:Daerah

Komentar

Loading...