Perjuangkan Lahan Sengketa Geuchik Cot Mee Diancam Bunuh

IMG20170327104007

Nagan Raya, Acehportal.com - Keuchik (kepala desa) desa Cot Mee, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh mengaku dirinya saat ini sering di teror oleh orang tak dikenal akhir-akhir ini. Hal tersebut diutarakan secara langsung melalui siaran pers-nya kepada Acehportal.com (Selasa/18/4/2017).

Teror tersebut diterimanya melalui telepon serta sms dengan nomor 0812-3649-3299, 0813-6085-0988, dan 0852-7714-6069.

Berdasarkan pernyataannya, keuchik Cot Mee, Abdul Manan (56) mengatakan, salah satu teror yang diterimanya tersebut ditulis dalam bahasa Aceh dengan mengatasnamakan pasukan gerilya yang isinya “Hai pak geuchik, malam nyoe kah aman, tapi nyawoeng kah ngon si Asubki, atawa si Musilan gohlom aman kecuali bagah ka pu selesai sengketa tanoh nyan, nyo han wak droe tetap abeh. Nyan tergantung bak droe keuh pak keuchik, kamoe pasukan geriliawan cuma peureulei bithei”

Adapun terjemahaan bebas dalam bahasa Indonesia adalah “Pak keuchik, malam ini kamu aman, tapi nyawa kamu, Asubki dan Musilan belum aman, kecuali kamu mau menghentikan masalah sengketa tanah kalian. Kalau tidak kami tetap akan menghabisi kalian. Itu semua tergantung dari pak keuchik, kami dari pasukan gerilya hanya sekedar mengingatkan saja”.

Asubki (30) dan Musilan (36) yang dimaksud dalam teror tersebut adalah warga desa Cot Mee yang selama ini berusaha memperjuangkan lahan warga desa Cot Mee seluas 400 Hektare yang di klaim oleh PT. Fajar Baizury and Brothers berada dalam areal HGU mereka. Sampai saat ini, sengketa antara masyarakat Cot Mee dengan PT. Fajar Baizury and Brothers tersebut masih berlangsung dan belum mencapai titik temu.

Abdul Manan sendiri mengakui bahwa teror yang ia terima tersebut adalah ekses sengketa lahan antara masyarakat Cot Mee dengan perusahaan perkebunan sawit PT. Fajar Baizury and Brothers.

“Saya sudah mencoba melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib, namun pihak yang berwajib sepertinya acuh tak acuh dalam hal ini. Tugas mereka selaku yang mengayomi dan memberi keamanan kepada masyarakat sepertinya tidak berlaku dalam hal ini. Jujur kami kecewa” keluhnya.

Abdul Manan mengaku pihaknya sangat berharap agar pihak yang berwajib serius dalam merespon persoalan tersebut. Karena hal tersebut menyangkut nyawa dan keamanan masyarakat desa Cot Mee. Selain itu ia juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Nagan Raya secepatnya menyelesaikan sengketa tanah di desa mereka agar ia dan masyarakat Cot Mee lainnya bisa menjalani hidup dengan tenang.

Sumber:REDAKSI
Rubrik:Headline

Komentar

Loading...