Kurangnya Pendidikan, Pengaruhi Tingginya Angka Perceraian

Ilsutrasi penceraian (Foto: Slideonline)

Banda Aceh, Acehportal.com - Akibat kurangnya pendidikan ditingkat keluarga, dinilai sangat mempengaruhi tingginya angka perceraian yang terjadi  selama ini. Apalagi pengaruh tayangan di televisi yang tidak mendidik.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, Mairul Hazami, dalam kegiatan Bimbingan Hukum Keluarga dan Pembinaan Keluarga Sakinah Mawadah Warahmah bagi masyarakat kota Banda Aceh, Selasa (18/4/2017) di Aula Gedung C Balai Kota.

Ia menyebutkan, menurut data dari Mahkamah Syariah perceraian saat ini semakin tinggi, kasus peceraian paling banyak adalah kategori Pasah (permintan cerai dari istri).

Maka sangat diharapkan, dengan kegiatan ini dapat mengurangi angka kasus tersebut dan membangun keluarga harmonis.

“Dengan acara ini kita berharap terbinanya kader-kader yang mampu menjadi motivator, mediator, dan fasilitator untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bagaimana membina keluarga sesuai syariat Islam dan  mengajak para orang tua memberikan yg terbaik bagi keluarganya,” ujar Mairul Hazami.

Mairul mengatakan pendidikan keluarga saat ini lebih banyak terinspirasi dari tayangan televisi. Pengaruh media tersebut sangat disayangkan karena tanpa pengawasan dan perhatian orang tua, sehingga membentuk karakter buruk bagi anak.

“Banyak anak-anak sekarang punya kebanggaan saat membuka aurat karena mengikuti trend dari telivisi,” keluhnya.

Dinas Syariat Islam Banda Aceh, tambahnya, ingin membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya ilmu dan pendidikan keluarga serta terwujudnya kader masyarakat yang bisa menjawab problematika keluarga untuk menuju keluarga Samara. (raja)

Rubrik:News

Komentar

Loading...