Pesawat AS Kembali ke Aceh Ambil Mesin yang Rusak

Agus Setyadi-detikcompesawat militer AS

Acehportal.com - Pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) kembali mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh. Kedatangan pesawat jenis Boeing C-17A Globemaster III ini untuk mengangkut mesin yang rusak.

Pantauan detikcom, pesawat angkut berbadan besar ini mendarat di Bandara SIM sekitar pukul 14.20 WIB siang tadi, Sabtu (15/4/2017). Begitu landing, sebanyak 10 kru yang masih tinggal di Aceh merapat ke pesawat. Mereka membawa barang-barang pribadi mereka yang dimasukkan dalam koper.

Selama parkir di landasan, mesin pesawat dibiarkan hidup. Beberapa kru dari pesawat turun untuk mengambil barang-barang yang akan diangkut. Spare part dan mesin pesawat yang rusak selanjutnya dibawa ke dalam pesawat.

Pesawat AS Kembali ke Aceh Ambil Mesin yang RusakFoto: Agus Setyadi-detikcom

Proses transfer barang dari bandara ke dalam pesawat membutuhkan waktu sekitar dua jam. Awak pesawat membawa barang-barang tersebut satu per satu.

Setelah semuanya siap, pesawat lepas landas sekitar pukul 17.30 WIB. Beberapa mobil tangki Avtur juga sempat merapat ke pesawat untuk mengisi bahan bakar sambil menunggu kru mengangkut barang.

Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda (Danlanud SIM) Kolonel Pnb Suliono, mengatakan, pesawat jenis C-17 dengan call sign RCH 374 ini terbang dari pangkalan militer AS di Pulau Okinawa, Jepang.

Burung besi yang dipiloti Capt Coddi ini kembali ke pangkalan semula setelah mengambil barang di Tanah Rencong.

"Pesawat berangkat dari Jepang ambil engine dan peralatan di bandara SIM terus kembali ke Jepang," kata Suliono kepada wartawan.

Pesawat militer angkatan udara AS jenis Boeing 707 mendarat darurat di Aceh pada Jumat (24/3) lalu karena mengalami kerusakan mesin. Perbaikan pesawat selesai dilakukan setelah AS mengirim mesin baru dan spare part ke Aceh. Prosesnya butuh waktu dua minggu.

Setelah perbaikan selesai, pada Jumat (7/4) pesawat Boeing 707 kembali terbang ke pangkalan militer AS di Pulau Okinawa. Sementara mesin dan beberapa peralatan tinggal di bandara menunggu pesawat penjemput. 10 kru juga ikut tinggal untuk mengawal barang-barang mereka.

Komentar

Loading...