Nasir Djamil Ingatkan Pelajar Bahaya PKI

portalaceh.coNasir Djamil

Acehportal.com - Pelajar dan mahasiswa di kota Sabang diingatkan untuk berhati-hati terhadap tantangan-tantangan bangsa Indonesia yang muncul akhir-akhir ini, salah satunya adalah faham komunis atau lebih popular dengan sebutan PKI.

Pasalnya faham komunis dan faham-faham anti tuhan lainnya mulai terang-terangan menunjukkan eksistensinya di Indonesia, seperti adanya penggunaan simbol-simbol pada pakaian.

Hal demikian disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI asal Aceh HM Nasir Djamil pada kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI kepada ratusan pelajar dan mahasiswa di kota Sabang, Sabtu (15/04).

Sosialisasi Empat pilar tersebut masing-masing, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, digelar kerjasama dengan Ikadi Sabang.

Turut hadir pada kegiatan itu Walikota Sabang Zulkifli Adam, Anggota DPR Kota Sabang Albina serta ketua DPD PKS Kota Sabang Zuanda.

Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum dan HAM itu mengatakan, sebagai Negara yang berketuhanan dan mengakui keberadaan agama, bangsa Indonesia menolak faham-faham yang anti tuhan yang terus berupaya masuk keberbagai lini kehidupan masyarakat Indonesia.

“Sekarang mereka berupaya untuk masuk keberbagai lini untuk memasukkan pemahaman mereka, oleh karena itu kita harus berhati-hati,”ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Pada kesempatan itu Nasir juga menyebutkan, sebagai generasi penerus bangsa Indonesia dan calon-calon pemimpin masa depan bangsa, pelajar di kota Sabang diajak untuk memahami dan mengaplikasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pelajar hari ini, mahasiswa hari, pemuda hari ini adalah calon-calon pemimpin Sabang dimasa yang akan datang, bahkan calon pemimpin Aceh dan Indonesia, baik itu pada level walikota, gubernur, DPR dan sebagainya. Apa jadinya kalau pemimpin kedepan tidak faham dengan dasar-dasar Negara ini,”lanjut Nasir.

Peserta Tanya Kasus Ahok Pada Nasir Djamil

Pada kesempatan sosialisasi tersebut, Nasir Djamil juga menguji para pelajar dan mahasiswa untuk menghafalkan Pancasila dan pembukaan undang-undang dasar 1945. Nasir juga membuka kesempatan berdialog dengan para pelajar dan mahasiswa yang hadir.

Pada sesi Tanya jawab itu, Salah seorang mahasiswi, Marina mempertanyakan soal hukum di Indonesia yang dinilainya tumpul keatas tajam kebawah. Ia mencontohkan dalam kasus Ahok yang sangat beda perlakuannya dibandingkan dengan kasus-kasus yang menimpa rakyat kecil lainnya.

Reporter I raja

Rubrik:Politik

Komentar

Loading...