Kecanduan Narkoba, Ular Sanca Ini Direhabilitasi

BBC I detik.comFoto: BBC

Acehportal.com - Ketika satuan polisi Australia menggerebek laboratorium pembuatan narkoba crystal meth beberapa bulan lalu, mereka menduga akan mendapat banyak barang bukti. Namun di antara barang bukti tersebut ternyata ada temuan mengejutkan yaitu seekor ular sanca sepanjang dua meter.

Ulat tersebut menunjukkan tanda-tanda mengalami adiksi. Perilakunya sangat agresif dan diduga terpapar lewat asap dan partikel narkoba halus selama tinggal di dalam laboratorium.

Akhirnya petugas pun membawa ular sanca tersebut untuk menjalani rehabilitasi di Penjara Sydney. Sang ular dirawat oleh 14 napi yang juga sedang menjalani masa hukuman dan mengabdi dalam proyek margasatwa.

Penanggung jawab penjara Ivan Calder mengatakan proyek margasatwa di tempatnya sudah berjalan lebih dari 20 tahun. Dengan merehabilitasi ular maka ada dua manfaat yang diperoleh, untuk sang hewan kesehatan fisiknya bisa dikembalikan normal sementara untuk napi hal tersebut bagus untuk kesehatan mentalnya.

"Apa yang kami lihat dari para napi di bawah pengawasan kami adalah dengan menjaga binatang hati mereka bisa lebih lunak dan membuatnya merasa manusiawi," kata Ivan seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/4/2017).

"Memberikan kesempatan napi untuk merawat dan bertanggung jawab terhadap hewan adalah bentuk rehabilitasi besar agar mereka bisa berubah," lanjut Ivan.

Sang ular sendiri setelah dirawat selama tujuh bulan kondisinya sudah normal. Ia akan dititipkan kepada pemilik baru begitu sidang kasus temuan narkoba selesai.

Menurut salah satu petugas polisi, beberapa kriminal diketahui umum menggunakan hewan seperti ular untuk melindungi tempat persembunyiannya.

Sumber:detik.com
Rubrik:Hiburan

Komentar

Loading...