Bahas Penyesuaian Aturan Pemilu Versi UU dan UUPA

Komisi I DPRA Temui Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu DPR RI

Pertemuan Komisi I DPRA dengan pansus DPR RI di Jakarta

Banda Aceh, Acehportal.com - Komisi I DPRA melakukan rapat konsultasi dengan pihak Panitia Khusus (Pansus) RUU Penyelenggaraan Pemilu DPR RI terkait Rancangan Undang Undang tentang Pemilihan Umum dengan UUPA tentang Pilkada di Aceh. Rabu (12/4).

Ketua Komisi I DPRA, H. Abdullah Saleh, SH. menjelaskan tujuan dari audiensi tersebut untuk membahas Rancangan Undang-Undang tentang Pemilu kiranya dapat berkesesuian dengan UUPA.

Abdullah Saleh menambahkan, bahwa pertemuan di gedung DPR RI Jakarta tersebut, selain membahas perihal Pemilu, pihak Komisi I DPRA juga akan membahas konflik seperti yang pernah terjadi selama ini antara Bawaslu dengan Panwaslih. Banwaslu dengan Pasnwaslih ini memang sudah ada diskusi-diskusi sebelumnya, jadi kelembagaan tersebut perlu disesuaikan atau dipadukan saja.

Ia menjelaskan, panwaslih yang sifatnya Adhok sementara untuk kedepan harus menjadi permanen sama hal nya dengan Bawaslu, karena dua lembaga tersebut sama-sama penyelenggara dan lembaga pengawas Pemilu.

Disamping itu menurutnya, sebelum pertemuan dengan Pansus DPR-RI, pihaknya lebih dahulu berencana melakukan pertemuan dengan Forum Bersama Anggota DPR RI asal Aceh (Forbes).

“Kita ingin memberi masukan nanti, setelahnya bersama-sama menyampaikan kepada pihak Pansus DPR RI. Terkait persoalan atau konflik yang terjadi ketika pemilu bergulir di Aceh”, kata Abdullah Saleh.

Komisi I berharap, tentang RUU Pemilu itu harus ada perubahan antara RUU yang akan dilahirkan oleh Pemerintah Pusat nantinya. Memang RUU tersebut telah dilakukan beberapa revisi, namun kedepannya setelah diluncurkan RUU tersebut nantinya tidak ada lagi konflik antara UUPA dan dengan penyelenggaraan Pemilu, baik pemilu legislatif dan Pilkada.

"Usulan tersebut juga kita harapkan akan lahir undang-undang yang menyatukan beberapa aspek, termasuk aspek kelembagaan, soal panwaslih dengan Bawaslu sendiri." Harap Abdullah Saleh.

Rubrik:DPRA

Komentar

Loading...