Gelar Rakorbangpus, Kepala Bappenas Sebut Waduk di Aceh Dibangun Cuma Jadi Kolam

Ilustrasi Waduk (Wikimedia)

Jakarta, Acehportal.com - Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas hari ini menggelar Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) 2017. Rapat yang dihadiri oleh seluruh perwakilan kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah itu, dalam rangka membahas penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018.

Dalam sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menekankan di 2018 pemerintah masih memegang teguh tema money follow program. Hal itu agar penyaluran dana negara sesuai dengan kebutuhan.

"Kita ingin melakukan sesuatu yang baik bagi negara. Sebagai tulang punggung pemerintah kita ingin perencanana anggaran berdamapak luas ke masyarakat," tuturnya di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

Bambang menjelaskan, bila penyaluran dana dilakukan berdasarkan program, maka ada 3 sifat dari pemanfaatkan dana yakni tematik, holistik, dan integratif.

"Tematik artinya jelas, holistik itu kita ingin programnya menyeluruh dan integratif ini penting karena itu koordinasi antar kementerian/lembaga dan pemerintah pusat dan daerah," imbuhnya.

Menurut Bambang, integratif itulah yang sangat penting saat ini. Sebab banyak sekali proyek yang sudah selesai secara fisik tapi tidak fungsional. Artinya pemanfaatan dari proyek tersebut tidak maksimal.

"Jadi proyeknya tidak mangkrak tapi tidak fungsional, karena tidak ada integrasi antar proyek. Contoh di Aceh ada waduk yang sudah selesai cukup lama, masalahnya tidak terkoneksi irigasi, tidak ada jaringan irigasi. Sehingga waduk itu hanya jadi kolam, dibanding jadi sarana untuk mengairi persawahan," terangnya.

Namun Bambang tidak menjelaskan detil lokasi waduk yang dimaksud, dan tahun berapa waduk tersebut dibangun.

Selain itu, lanjut Bambang, di Kalimantan juga banyak pelabuhan yang tidak memiliki jalan penghubung. Sehingga saat ini pelabuhan-pelabuhan tersebut hanya menjadi pelabuhan untuk kapal nelayan penangkap ikan kecil.

"Itu hanya contoh sebagian kecil, karena itulah kita harus integratif," pungkasnya.

Sumber:detikcom
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...