Hari Ini, 55.887 Siswa SMA Sederajat di Aceh Mulai Ikuti UN

Ilustrasi UN online (Foto: Berita Jogja)

Banda Aceh (Acehportal.com) - Sebanyak 55.887 siswa kelas III Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), dan SMA Luar Biasa di Provinsi Aceh Aceh mengikuti Ujian Nasional (UN) mulai hari ini, Senin (10/4) hingga Kamis (13/4).

UN tingkat SMA/sederajat tahun pelajaran 2016/2017 berlangsung di 719 sekolah yang tersebar di 23 kabupaten/kota se-Aceh, terdiri atas 397 sekolah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan 322 sekolah UN manual berbasis pensil dan kertas (UNPK) termasuk 14 SMALB.

Pelaksanaan UN pendidikan keseta­raan program paket C akan berlangsung pada 15, 16, 22 dan 23 April 2017, dengan jumlah peserta 3.873 orang, terdiri atas UNBK 526 dan UNPK 3.347 di 92 sekolah penyelenggara.

“Pelaksanaan UN SMA/MA/SMLB tahun ini di Aceh diikuti 55.887 siswa, terdiri atas peserta UNBK 36.886 orang dan UNKP 19.001 orang,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara UN 2017 Provinsi Aceh, Drs Zulkifli, M.Pd kepada Analisa, Minggu (9/4).

Ia merincikan, di Aceh peserta UN SMA/MA terbanyak berada di Kabu­paten Aceh Utara 5.785 orang, Bireuen 5.057 orang, Pidie 4.483 orang, Kota Banda Aceh 3.905 orang, Aceh Besar 3.278 orang, Aceh Timur 3.270 orang, Aceh Tamiang 3.135 orang, Aceh Se­latan 2.936 orang, dan Aceh Tenggara 2.878 orang.

Zulkifli yang juga Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh menam­bahkan, pada hari pertama pelaksanaan UN SMA/MA dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia mulai pukul 07.30 hingga 09.30 Wib. Hari kedua Mate­matika, hari ketiga Bahasa Inggris, dan terakhir, Kamis (13/4) mata pelajaran pilihan sesuai jurusan.

“Bagi peserta yang ikut pelaksanaan UNBK SMA/MA dibagi dalam tiga sesi, yaitu sesi 1 pukul 07.30 hingga 09.30 Wib, sesi 2 pukul 10.30 hingga 12.30 Wib, dan sesi 3 pukul 14.00 hingga 16.00 Wib. Sementara bagi yang ikut UNPK ujiannya setiap hari dari pukul 10.30 hingga 12.30 Wib,” jelasnya.

Menyangkut persiapan pelaksanaan UN SMA/MA/SMALB, Zulkifli me­mas­tikan semua berjalan lancar, terma­suk distribusi soal ke daerah pedala­man.  “Alhamdulillah, semua soal UN sudah terdistribusi sampai ke daerah pedalaman dan kita berharap semoga UN terlaksana dengan lancar tanpa ada hambatan karena kesiapan di lapangan sudah 100 persen,” sebutnya.

Untuk ketersediaan komputer, jari­ngan internet dan arus listrik bagi peserta UNBK, juga sudah dilakukan cukup matang di sekolah-sekolah bersangkutan sesuai jumlah peserta.

“Saya kira pihak sekolah juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelancaran UNBK, baik perang­kat seperti komputer, jaringan internet yang diperlukan maupun kesiapan siswa sendiri. Persiapan dari awal sudah dilakukan,” sebutnya.

Untuk suplai arus listrik, sekolah pelaksana UN dan dinas pendidikan sudah berkoordinasi dengan PLN, guna memastikan tidak akan terjadinya pemadaman listrik pada saat berlang­sungnya UNBK.

“Mengantisipasi jika terpaksa terja­di pemadaman listrik, kami sudah menginstruksikan sekolah-sekolah menyiapkan genset dan penyimpan arus agar data di komputer tidak sampai hilang,” jelas Zulkifli.

Namun, tidak semua sekolah di Aceh yang melaksanakan UNBK menyediakan genset. Akibatnya, mere­ka akan kesulitan saat listrik padam di tengah pelaksanaan ujian berlangsung.

Karena keterbatasan tersebut, pani­tia UNBK sangat mengharapkan kerja sama yang baik dari PLN Wilayah Aceh. PLN harus berperan dalam me­nyukseskan UN dengan tidak mema­damkan listrik saat ujian berlangsung.

Saat ini sudah banyak sekolah di Aceh memakai sistem UNBK, sehing­ga gangguan listrik suatu kendala besar, karena banyak juga sekolah yang tidak memiliki mesin genset sendiri.

PLN Aceh menjamin tidak ada pemadaman listrik selama pelaksanaan UN SMA/MA pada 10-13 April 2017.  Hal ini dikatakan Manajer PLN Area Banda Aceh, Wahyu Ahadi Rouzi dalam diskusi publik yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh, Jumat (7/4).

Diskusi membahas persiapan meng­hadapi UNBK 2017 di Aceh itu, diiku­ti puluhan pelajar dari SMA dan SMP se-Kota Banda Aceh. “Saat ini kondisi listrik di Aceh sudah dalam keadaan normal, tidak ada pemadaman yang direncanakan sampai selesai UN,” katanya.

Sumber:Analisa
Rubrik:Pendidikan

Komentar

Loading...