DKPP Berhentikan Secara Hormat Anggota KIP Aceh Tenggara

Pelantikan KIP Aceh Timur Foto:Acehportal.com/ilustrasi

Jakarta, (Acehportal.com) - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu merehabilitasi nama baik Ahmad Zailani selaku Anggota KIP Kabupaten Aceh Tenggara sekaligus memberhentikan secara hormat.

Hal tersebut disampaikan dalam sidang dengan agenda pembacaan sebelas Putusan, pada Kamis (6/4/2017) pada pukul 14.00 WIB. Selaku ketua majelis Jimly Asshiddiqie, dan Saut H Sirait, Anna Erliyana, Ida Budhiati, Endang Wihdatiningtyas, Valina Singka Subekti, masing-masing sebagai anggota.

Sidang bertempat di ruang Sidang DKPP, Jalan MH Thamrin, Jakarta, dan disiarkan melalui video conference di kantor Bawaslu Provinsi terkait.

Ahmad Zailani selaku Anggota KIP Kabupaten Aceh Tenggara diadukan oleh Mhd. Safri Desky, anggota Panwaslih Kabupaten Aceh Tenggara yang juga peserta seleksi KIP Aceh Tenggara. Mhd. Safri Desky mendalilkan bahwa Teradu diduga tidak kunjung mengundurkan diri dari jabatannya selaku Anggota KIP Kabupaten Aceh Tenggara. Padahal yang bersangkutan sudah menjadi CPNS di Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tenggara dan telah menyatakan akan mengundurkan diri setelah menerima SK CPNS di hadapan forum Rapat Dengar Pendapat dengan DPRK Aceh Tenggara.

Dalam pertimbangan putusan yang dibacakan Anna Erliyana, sikap dan tindakan Ahmad Zailani yang juga Teradu mengundurkan diri sebagai Anggota KPU Kabupaten Aceh Tenggara setelah menerima SK CPNS pada tanggal 21 Februari 2017 merupakan sikap dan tindakan yang telah sesuai dengan Ketentuan Pasal 11 A dan Pasal 14 Ayat (1) serta Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 Tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, serta Surat Ketua KPU Nomor 344/15/IV/2005 tanggal 19 April 2005 Tentang larangan CPNS sebagai anggota KPU.

“Keputusan Teradu untuk menuntaskan tugas-tugas yang diemban sebagai Anggota KIP Aceh Tenggara merupakan pengambilan keputusan etis yang patut dihargai, sebab pada saat yang bersamaan, tahapan Pilkada sedang berjalan. Teradu yang bertanggung jawab sebagai divisi teknis penyelenggara memilih tetap menjadi Anggota KIP Kabupaten Aceh Tenggara demi suksesnya pelaksanaan Pilkada Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2017,” katanya.

Dia menambahkan, pertimbangan waktu untuk menyatakan mundur dari keanggotaan KIP pada Tanggal 21 Februari 2017 setelah tahapan Pilkada sukses dilaksanakan menunjukkan sikap dan tanggung jawab yang mengedepankan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Sikap Teradu tidak menerima honorarium sejak SK CPNS Teradu keluar hingga pengunduran diri Teradu sebagai Anggota KIP Kabupaten Aceh Tenggara diajukan tanggal 21 Februari 2017.

“DKPP mengapresiasi sikap dan tindakan Teradu demi suksesnya pelaksanaan Pilkada Kabupaten Aceh Tenggara tahun 2017,” pungkas Anna yang juga guru besar hukum administrasi negara dari Universitas Indonesia itu.

Sumber:Humas DKPP
Rubrik:News

Komentar

Loading...