PLN: Biaya Sambung Listrik di Aceh Bisa Capai Rp150 Juta

Jakarta (Acehportal.com) - PT PLN (Persero) mencatat rasio elektrifikasi atau pemerataan kelistrikan untuk masyarakat pada tahun 2016 telah mencapai 91%. Masih ada sisa 9% wilayah yang belum mendapatkan aliran listrik secara optimal.

Direktur Regional Bisnis Sumatera PLN, Amir Rosidin mengatakan, salah satu wilayah yang belum maksimal mendapatkan aliran listrik ialah Sumatera. Di sana, ada sebanyak 1.200 desa di Sumatera belum mendapat listrik secara optimal.

Amir menjelaskan, biaya memasang jaringan untuk satu pelanggan sekitar Rp 1,5 juta per pelanggan. Namun, pada wilayah tertentu seperti Aceh atau wilayah yang sulit mendapat akses pembangunan jaringan listrik, biaya per pelanggan untuk mendapatkan listrik bisa mencapai Rp 150 juta.

"Karena itu kita butuh strategi supaya listrik pelanggan desa itu setidaknya bisa berbiaya per pelanggan Rp 10 juta. Untuk itu harus dibangun gardu induk, transmisi sebanyak mungkin sehingga jaringan listriknya dekat dengan pelanggan," tutur Amir, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Menurut Amir, seharusnya gardu listrik yang dibangun di wilayah Sumatera sebanyak 398 gardu. Itu supaya biaya pemasangan listrik per pelanggan lebih murah.

"Kalau listrik dekat biaya lebih murah. Di Aceh itu hampir Rp 150 juta per pelanggan. Untuk itu jika transmisi, gardu induk sudah terbangun nantinya biaya pemasangan listrik hanya Rp 10 juta per pelanggan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, mahalnya penyambungan listrik dikarenakan jumlah pelanggan yang ingin menyambung listrik sedikit. Sementara, biaya penyambungan tidaklah murah.

"Kenapa di Aceh mahal sekali sampai Rp 100 juta? Karena biasanya, jalur-jalur listrik melewati daerah jalan besar dan sebagainya. Tapi itu mungkin ada satu desa, dari kota bisa sampai 20 kilometer, dan di desa itu hanya ada 20 sampai 50 kepala keluarga," kata dia.

"Jadi untuk kabel tegangan rendah 20 kV itu kita tarik 20 km, itu harganya luar biasa malah, tapi tetap harus kita adakan. Jadi untuk 50 keluarga yang jauh terpencil itu, seluruh ongkos kabel ini kita bagi dengan jumlah pelanggan, itu yang bikin sangat mahal," sambung Amir.

Walau demikian, ia mengatakan pelanggan di wilayah terpencil tersebut tidak dikenakan biaya sebesar itu. Namun pelanggan hanya membayar dengan biaya standar, karena PLN memberikan subsidi terhadap biaya pemasangan listrik tersebut.

"Tapi pelanggan bayarnya normal, tidak bayar sebesar itu. Hanya Rp 450 ribu, kalau dia hanya 450 watt. Sisanya itu cross subsidi sama harga di Jakarta dan Jawa begitu kira-kira. Itu kewajiban negara untuk elektrifikasi terus ditingkatkan kepada masyarakat yang terisolasi," pungkas Amir.

Sumber:detikcom
Rubrik:Ekonomi

Komentar

Loading...