Jokowi Bertemu dengan Para Ulama di Istana

Presiden Joko Widodo menerima kedatangan para ulama di Istana Merdeka, Selasa (4/4/2017). Foto: Ray Jordan/detikcom

Jakarta (Acehportal.com) - Presiden Joko Widodo menerima kedatangan para ulama di Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi menitipkan pesan kedamaian kepada para ulama untuk diteruskan ke umat Islam.

Pertemuan berlangsung di ruang utama Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017). Ada sekitar 20 ulama dari berbagai daerah yang hadir.

Dalam sambutannya, Jokowi mengapresiasi peran ulama dalam menjaga dan mengawal umat Islam menjaga kedamaian dan kebersamaan.

"Silaturahim pada siang hari ini, yang pertama kami sangat menghargai peran dan seluruh usaha para ulama dalam membina umat Islam dalam mengawal umat Islam, sehingga kita semuanya dapat memelihara semangat kebersamaan, semangat kedamaian. Ini juga karena berkat bimbingan para ulama dalam mendinginkan suasana di kotanya, di daerahnya dalam menyejukkan kita semua dalam kehidupan sehari-hari," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, pemerintah ingin menitipkan pesan kesejukan dan kedamaian kepada para ulama. DIharapkan pesan ini bisa sampai ke umat Islam seluruh Indonesia.

"Kami dari pemerintah ingin sekali lagi menitipkan kepada para ulama agar kesejukan dalam mendinginkan situasi kota dan daerah maupun negara kita ini terus kita jaga bersama-sama antara ulama dan dan umaroh sehingga negara kita selalu dalam keadaan damai. Amin," katanya.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung soal perekonomian bangsa saat ini yang tumbuh dengan baik.

"Kedua perlu kami sampaikan mungkin secara umum sekilas kondisi ekonomi negara kita yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, alhamdulilah bisa kita jaga pada kondisi yang baik, 5,02 persen pada 2016 yang lalu. Kalau kita bandingkan dengan negara lain dengan negara-negara G20 misalnya negara-negara besar kita hanya kalah dengan China dan India. Indonesia berada dalam posisi nomor 3, Alhamdulillah," imbuhnya.

Jokowi juga menjelaskan, pengendalian harga di Indonesia tercermin dari infalsi yang terus bisa dijaga pada posisi 3,02, yang sebelumnya pada kondisi 8-9 persen.

"Sehingga ini yang terus kita lakukan dalam menjaga ekonomi negara kita. Tapi harus kita sampaikan apa adanya bahwa tantangan negara bangsa kita adalah kesenjangan, masalah keadilan ekonomi, masalah pemerataan ekonomi. Memang kita sudah sampaikan pertumbuhan ekonomi 5,02 sangat baik dibanding negara-negara lain tapi pertanyan yang banyak kami dengarkan dari kampung, dari desa, dan daerah itu yang 5 persen yang mendapatkan siapa Pak Presiden? Apakah kita? Apakah kami? Inilah yang perlu kami jawab melalui kebijakan pemerintah," terang Jokowi.

Para ulama yang hadir dalam pertemuan ini yakni:

1. KH Irfan Wahid, pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng dan juga merupakan putra KH Solahuddin Wahid
2. KH Sanusi Baco, Rais Syuriah NU Sulawesi Selatan
3. Dr Hardadi, cendekiawan Islam
4. KH Syukron Makmun, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta.
5. KH Drs Ahmad Mustofa, pimpinan Pondok Pesantren Pabelan, Magelang.
6. KH Abdullah Zaidi, pimpinan Pondok Pesantren Al Irsyad, Jakarta
7. KH Muhtadi Dimyati, pimpinan Pondok Pesantren Cidahu Pandeglang, Banten.
8. Prof Dr Maman Abdurrahman, Ketua MAJ dan Penasehat Persatuan Islam (Persis)
9. Dr KH Jeje Zaenudin, Wakil Ketua Umum Persatuan Islam
10. Ust Ahmad Parlaungan Tanjung, pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta.
11. Dr Rahman Sabon Nama, cendekiawan Islam.
12. Dr Yusnar Yusuf Rangkuti, Ketua Umum al Wasliah.
13. KH Ahmad Sadeli Karim, Ketua Umum Mathla'ul Anwar, Banten.
14. Hk Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Madjid, Ketua Umum Nahdlatul Wathan, Mataram.
15. Dr Ir Lukmanul Hakim, Ketua Umum Al Ittihadiyah.
16. KH Sholeh Hasan, pimpinan Pondok Pesantren KhoriatulUmah, Bandung.
17. KH Hasib Wahab Khasbullah, pimpinan Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang.
18. KH Subhan Makmun, pimpinan Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi, Brebes.
19. KH Jazuli Kasmani, pimpinan Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, Klaten.
20. KH Aris Ni'matullah, pimpinan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon.

Sumber:detik.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...