Putra Aceh Barat Wakili Indonesia dan Asean di Amerika Serikat

Dedi Iskandar di Washingtong DC, Amerika Serikat

Dedi Iskandar di Washingtong DC, Amerika Serikat

Aceh Barat -- Dedi Iskandar (31), seorang putra asal Meulaboh, Aceh Barat, mewakili peserta dari Indonesia (Asean) di Washingtong DC, Amerika Serikat setelah diundang dan sebelumnya masuk dalam nominasi penerima penghargaan internasional, sebagai pekerja sosial dan perubahan yang dinilai dari sejumlah negara di dunia yang merupakan alumni Internasional Visitor Leadership Program (IVLP) tahun 2010.

Pria kelahiran Jeuram, Nagan Raya, 27 Juli 1985 yang merupakan anak dari pasangan H Cut Usman dan Hj Nur Ainun, dan bertempat tinggal di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat ini diundang ke negeri Paman Sam ini oleh lembaga Global Ties US yang berpusat di Washington DC, Amerika Serikat.

Global yang Ties AS merupakan organisasi yang menopang jaringan organisasi berbasis masyarakat di 45 negara dan 18 negara-negara yang merupakan koordinator program pertukaran internasional serta lembaga yang menaungi para alumni yang selama ini telah belajar di Amerika Serikat termasukn dalam program pertukaran termasuk alumni IVLP.

Dalam keterangan persnya, Dedi mengatakan acara ini berlangsung sejak tanggal 8-11 Februari 2017 di The Omni Shoreham Internasional Hotel di Washington DC.
Selain Dedi, ada 13 alumni lainnya yang turut hadir dan diundang dalam pertemuan internasional ini, mereka diantarantya berasal dari negara Argentina, Chili, Kuba, Spanyol, Serbia, Romania, serta Maroko.

"Alhamdulillah, meski saya belum terpilih sebagai penerima penghargaan, namun saya bersyukur bisa diundang dalam acara di level internasional di Amerika Serikat ini," kata Dedi, di Meulaboh, Kamis (23/2).

Ia juga menjelaskan, rapat nasional yang berlangsung di Washington DC tersebut juga dihadiri oleh pejabat tinggi dari Pemerintah Amerika diplomat Amerika Serikat serta pejabat diplomat dari sejumlah negara.

Dalam pertemuan tersebut juga membahas sejumlah persoalan yang selama ini terjadi di sejumlah negara di dunia khususnya dalam hal perubahan sosial, hak asasi manusia, kebudayaan, serta sejumlah pembahasan lainnya dengan berbagai pembicara di level internasional.

Dalam ajang ini, masing-masing peserta dari sejumlah negara yang hadir juga berkesempatan bertemu dengan pejabat diplomat Amerika serta turut digelar acara dengan sejumlah kedutaan asing diantaranya Kedutaan Armenia, Israel, Jamaica, Saudi Arabia, Afrika Selatan, serta Argentina.

Bahkan dalam acara ini juga digelar penandatanganan pertemuan asional menawarkan kesempatan kepada setiap peserta untuk memiliki jaringan dengan anggota korps diplomatik Washington, dengan materi percakapan di sekitar perspektif internasional tentang administrasi kepresidenan AS yang baru, dengan maksud untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan bangsa.

"Banyak ilmu pengetahuan yang saya peroleh dalam kegiatan ini, semoga nantinya apa yang saya dapatkan dalam pertemuan tersebut akan bermanfaat bagi saya, masyarakat, bangsa dan negara," ujarnya.

Tak hanya itu, selain para diplomat, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah Amerika Serikat, lembaga pertukaran yang ada di negara bagian AS serta sejumlah perwakilan internasional lainnya.

Ia berharap di tahun mendatang akan mampu meraih prestasi di level internasional untuk berusaha mengharumkan nama Aceh dan Indonesia di level internasional. (*)

Rubrik:News

Komentar

Loading...