Gelar Musrenbang Kecamatan, Bupati Bireuen Sampaikan Kebijakan APBG 2017

Ist.

Ist.

Bireuen - Pemerintahan Kabupaten Bireuen Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar acara Musrenbang Kecamatan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Implementasi Percepatan Penyaluran Dana Desa dan ADG Tahun 2017, bertempat di Kecamatan Kota Juang dan Juli, Senin (20/2).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah dan beberapa Kepala SKPK terkait. Musrenbang 2017 mengangkat tema “Melalui Musrenbang Tahun 2017 Kita Tingkatkan Kualitas SDM berkarakter, Pemberdayaan Ekonomi, Pembangunan Infrastruktur yang Terintegrasi dan Berkesinambungan”.

Bupati Bireuen H Ruslan M Daud dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini tidaklah menjadi kegiatan seremonial saja, namun hendaknya dilaksanakan dengan tertib, lancar, penuh kesungguhan sehingga menghasilkan usulan program/kegiatan yang realistis, berkualitas, berdaya guna dan berhasil guna berdasarkan kebutuhan masyarakat bukannya keinginan kelompok atau golongan tertentu.

Dikatakannya, terkait Rapat Kerja Implementasi Percepatan Penyaluran Dana Desa dan ADG Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana menyusun regulasi tentang kebijakan penyusunan APBG.

Dimana penggunaan Dana Desa dan ADG Tahun 2017 digunakan untuk lima bidang, yaitu  Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Gampong (ADG atau 30 % dari total APBG) dialokasikan untuk penghasilan tetap dan tunjangan Keuchik dan Perangkat Gampong.

Berikutnya, untuk operasional Pemerintahan Gampong, penunjang operasional tuha peut, insentif Lembaga Gampong lainnya, seperti Imum Gampong, bendahara, tuha lapan dan operator komputer.

Lalu, pengadaan kendaraan dinas roda dua bagi Keuchik, biaya penyusunan RKPG, benah gampong, LPPG, LKPJG, Musrenbang gampong, profil gampong/SAGAM, biaya penunjang pemilihan keuchik dan biaya diklat, serta penunjang penyelenggaraan Pemerintahan Gampong.

Kemudian, tambahnya, Bidang Pembangunan (murni anggaran Dana Desa) alokasi anggarannya disesuaikan, untuk pembangunan fisik sarana dan prasarana gampong dilakukan dengan pola padat karya yang kegiatannya mengacu pada Rencanan Kerja Pembangunan Gampong (RKPG) dan/atau hasil Musyawarah Gampong.

Selanjutnya, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan (murni Dana Desa), alokasi anggarannya untuk pembinaan lembaga adat, kesenian tradisional dan biaya penunjang peringatan Hari Besar seperti HUT RI, Maulid dan lainnya.

Berikutnya, Bidang Pemberdayaan Masyarakat  peruntukannya antara lain Modal BUMG; Penguatan PAUD termasuk insentif guru PAUD; Penguatan Balai Keagamaan termasuk insentif guru balai pengajian, guru ngaji meunasah, imum meunasah dan bilal; Penguatan Posyandu termasuk insentif kader.

Lalu, Penguatan TP PKK termasuk insentif ketua dan anggota PKK; Penguatan KKBPK termasuk insentif kader KB; Penguatan lembaga kepemuadaan/karang taruna dan pageu gampong/linmas termasuk insentif pageu gampong.

Dan terakhir, Bidang Tak Terduga dialokasikan untuk pembiayaan atau dana cadangan.  Hal itu dapat dipelajari dalam Perbup tentang Pedoman Penyusunan APBG Tahun 2017 melalui Dinas terkait.

Adapun pagu ADG untuk 609 Gampong dalam Kabupaten Bireuen Tahun Agggaran 2017 sebesar Rp.83.931.106.000 dan Dana Desa sebesar Rp. 453.877.914.000, bagi Hasil Retribusi sebesar Rp. 1.376.314.100 serta Bagi Hasil Pajak sebesar Rp. 1.604.176.880. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, Dana Desa mengalami peningkatan sebesar 27 %.

Dengan demikian, Bupati Bireuen berhara,  agar pemerintah gampong bisa terus berinovasi dengan melahirkan berbagai program/kegiatan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat gampong.

”Pembangunan gampong tidaklah semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, akan tetapi juga harus diperhatikan pembangunan manusianya,” ujarnya. (duta)

Komentar

Loading...