Ini Cara Cerdas Lawan Hoax

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta - Akun Twitter Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan beberapa akun lembaga pemerintah mengajak masyarakat memerangi hoax lewat #CerdasLawanHoax. @BNPTRI nama akun BNPT, mengunggah beberapa informasi tentang bahaya berita atau informasi hoax, 18 Februari 2017. BNPT juga menyediakan email menampung pengaduan dengan diberi judul LAPOR SITUS RADIKAL.

Dalam cuitan @BNPTRI, pembuat dan penyebar informasi berita palsu diganjar 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Hal itu diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE. Menurut BNPT, menjamurnya berita hoax menjadi pintu masuk bagi penyebaran narasi yang dapat meningkatkan radikalisme. "Kelompok radikal terorisme secara massif telah menyebarkan paham melalui dunia maya. #CerdasLawanHoax."

@BNPTRI menyebutkan dulu propaganda disebarkan lewat media berupa cetak dan elektronik. Kini, media online atau media sosial menjadi alat penyebaran radikalisme itu. "Internet sangat mempengaruhi cara berpikir dan bersikap seseorang, termasuk menjadikan orang tersebut radikal. #CerdasLawanHoax."

BNPT menyatakan propaganda terorisme telah melahirkan pola radikal dan pola perekrutan yang baru. Mulanya dengan cara tertutup dan pembaiatan langsung, kini melalui perekrutan terbuka dan tidak langsung, yakni melalui media online. Berita hoax pun dinilai menjadi strategi teror via dunia maya.

Fenomena hoax pun menjadi tantangan. Tren komunikasi saat ini, menurut @BNPTRI, adalah 10 to 90, yang artinya 10 persen produksi informasi, 90 persen dengan sukarela reshare. BNPT menyebut kurang lebih terdapat 500 situs radikal di Indonesia, di antaranya tersebar dengan buzzer ataupun akun robot. "Hoax menjadi ancaman bagi negara. Masyarakat dengan mudah terpovokasi dengan informasi yang belum tentu benar. #CerdasLawanHoax."

#CerdasLawanHoax dapat dilakukan dengan literasi, penegakan hukum, dan fact checking. Masyarakat bisa melaporkan semua konten yang berbau hoax yang menjurus pada radikalisme dan terorisme. Caranya bisa dengan memberitahu pemerintah jika menemukan situs yang menyebarkan kebencian, hasutan, ajakan kekerasan, dan terorisme. Laporan itu bisa dikirim ke alamat email aduankonten@bnpt.go.id serta aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Email berjudul LAPOR SITUS RADIKAL. Isinya tentang nama dan alamat web radikal yang diusulkan untuk diblokir. Sertakan pula nama dan nomor telepon pelapor jika berkenan. (tempo)

Komentar

Loading...