Polisi Dorong Masyarakat Laporkan Kecurangan Pilkada

Pilkada-serentak-2017

Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mendorong kepada semua pemilih dan masyarakat untuk melaporkan segala bentuk kecurangan pada pilkada serentak 2017 kepada panitia pengawas pemilu. Sebab, mereka memiliki otoritas dalam menangani kecurangan pilkada.

Boy mencontohkan dugaan politik uang, intimidasi, dan perlakuan tidak wajar dalam pemungutan suara bisa segera dilaporkan ke pengawas pemilu. Nantinya pengawas pemilu memiliki waktu menentukan apakah laporan-laporan yang masuk dapat digolongkan sebagai tindak pelanggaran pemilu.

“Mekanisme itu apapun yang ditetapkan panwas jadi patokan utama penyidik menindaklanjuti,” kata Boy di Mabes Polri, Kamis (16/02).

Selain itu apabila terjadi sengketa dalam pilkada, Boy meminta agar proses hukum menjadi cara untuk menyelesaikan. Dia mengimbau para elit politik dan partai politik untuk dapat menjadikan jalur hukum sebagai penyelesaian misalnya sengketa hasil dari penghitungan suara. Tujuannya adalah agar penyelesaian dilakukan secara bermartabat dan tanpa kekerasan.

Boy menuturkan ada kemungkinan perselisihan angka sangat tipis di antara para pasangan calon di pilkada. Tidak menutup kemungkinan bakal memicu sengketa. Untuk itu, ia memandang penting untuk bersama-sama membangun tekad agar kondisi rangkaian pilkada tetap aman.

“Kami bersyukur kualitas demokrasi menunjukkan tingkat partisipasi yang baik,” kata dia.

Namun Boy menilai secara umum penyelenggaraan pilkada serentak pada 2017 berjalan dengan aman dan lancar. Kondisi itu tercapai lantaran ada semangat bersama baik dari petugas penyelenggara pemilu, pengawan, soliditas TNI dan Polri, hingga tingkat pengamanan di masing-masing tempat pemungutan suara.

Boy menambahkan pihaknya juga sudah berkoodinasi dengan jajaran kepolisian dan TNI untuk mengamankan jalannya pemungutan suara yang diprediksi terjadi dua putaran di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta. Ia mengatakan kerja sama dilakukan dengan tetap netral dan obyektif. (tempo)

Komentar

Loading...