Banyak Kenderaan Dinas Belum Ada Plat Merah, Walikota Subulussalam Heran

Ilustrasi

Ilustrasi

Subulussalam - Walikota Subulussalam H Merah Sakti SH tampak heran ketika melihat banyak kendaraan dinas roda dua mi­lik kepala kampung tidak menggunakan plat merah.

Hal itu diketahui saat menggelar apel apa­ratur desa dan peng­ecekan kenda­raan dinas sepeda motor di Lapangan Sa­dakata, Kompleks Kantor Pemerintah Kota Subulussalam, Senin (13/2). Acara ini dalam rangka pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh.

Merah Sakti mengecek kendaraan itu didampingi Wakil Wali­kota Drs Sal­ma­za, Wakapolres Aceh Singkil Kom­pol Mugi Prasatyo, Asisten I Sekdako Ir Taufit Hidayat dan sejumlah kepala di­nas, badan dan kantor.

“Kendaraan siapa ini, mana plat me­rah, kenapa tidak dipa­sang, mana-mana orangnya. Ini lagi tidak ada juga plat merah,” kata Merah Sakti.

Menanggapi pertanyaan itu, sejumlah kepala desa mengaku tidak adanya plat kendaraan itu lantaran belum diteri­ma dari Badan Pemberdayaan Ma­sya­ra­kat (BPM) Kota Subulussalam. Ada ju­ga sebagian mengaku plat dan STNK ma­sih sama mantan Plt kades.

Walikota meminta BPM dan camat masing-masing wilayah supaya segera meng­instruksikan kepala kampung me­masang plat merah.

Merah Sakti juga di­buat bingung akibat ulah kepala kam­pung setelah mengetahui ada beberapa kendaraan roda dua berganti plat me­rah ke plat hitam.

“Waduh, ini kenapa plat hitam. Kendaraan dinas harus plat merah, jangan diganti-ganti, BPM dan camat ini segera harus di­ganti ya, ti­dak boleh begini,” ungkapnya.

Pengamatan wartawan di lapangan, jumlah kendaraan dinas roda dua tanpa plat merah diperkirakan mencapai 80 persen dari jumlah kendaraan sekitar 100 lebih.

Kendaraan tersebut diserahkan pada tahun 2013 diperuntuk­kan kendaraan ope­rasional kepala kampung dalam menja­lankan roda pemerintahan desa. (Analisadaily)

Komentar

Loading...