Jurnalis Banda Aceh: Usut Pelaku Kekerasan Terhadap Pekerja Pers

Jurnalis di Banda Aceh melakukan aksi solidaritas melawan kekerasan terhadap pekerja pers

Jurnalis di Banda Aceh melakukan aksi solidaritas melawan kekerasan terhadap pekerja pers

Banda Aceh -- Puluhan jurnalis di Banda Aceh kembali melakukan aksi solidaritas melawan kekerasan terhadap pekerja pers, Senin (13/02/2017). Dalam aksi ini mereka menyatakan lawan kekerasan dengan persatuan dan desak penegak hukum menyeret para pelakunya ke muka hukum.

Aksi kesekian kalinya ini merupakan solidaritas atas kekerasan dialami tiga jurnalis televisi di Jakarta yang diduga dilakukan oleh massa "aksi 112" di lingkungan Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu 11 Februari 2017. Ketiga jurnalis tersebut yakni Desi Bo (Reportes Metro TV), Ucha Fernandes (Kameraman Metro TV) dan Dino (Kameramen Global TV).

Koordinator Aksi, Afifuddin mengatakan kekerasan dan intimidasi yang dialami oleh tiga jurnalis ini tidak bisa ditolelir dan dimaafkan begitu saja. Penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian harus segera mengusut tuntas.
"Pelakunya tidak hanya dijerat dengan KUHP tentang penganiyaan dan perbuata tidak menyenangkan tetapi juga oleh UU Pers No.40 tahun 1999," tegas Afifudin yang juga Ketua Bidan Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh itu.

Hal sama juga disampaikan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indoenesia (IJTI), Didik Ardiansyah dan Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh, Fendra. Keduanya mengatakan,lawan kekerasan terhadap jurnalis dengan persatuan. "Jurnalis bersatu tak bisa dikalahkan."

Ketua AJI Banda Aceh, Adi Warsidi juga menambahkan, tindakan kekerasan yang masih terus terjadi di negeri ini mencerminkan masih ada warga negara yang tidak menghargai dan menghormati‎ profesi jurnalis. Masih ada yang belum memahami bahwa jurnalis dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya juga dilindungi oleh Undang-undang.

"Pasal 18 Undang -undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers disebutkan, pelaku yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalang- halangi kemerdekaan pers dan kerja-kerja jurnalistik. Pelakunya dapat diancam hukumannya dua tahun penjara atau denda Rp 500 juta," katanya.

Jurnalis Banda Aceh merupakan wartawan/jurnalis yang tegabung dalam organisasi Aliansi AJI Banda Aceh, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), IJTI Aceh, PFI Aceh, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), dan Aceh Movie Macers (AMM).

Dalam aksi ini puluhan jurnalis yang berhadir membawa sejumlah poster bertuliskan lawan kekerasan terhadap jurnalis karena dalam bekerja juga dilindngi Undang-undang.Sebagian oster lainnya agar kasus yang dialami tiga jurnalis di Jakarta segera diusut.

Komentar

Loading...