Terlambat Dimulai, Debat Kandidat Calon Bupati Singkil Diwarnai Protes

Foto: Analisadaily

Foto: Analisadaily

Singkil - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Singkil yang menggelar debat kan­didat bupati/wakil bupati di Kabupaten setempat, Jumat (10/02) diwarnai protes. Karena debat yang digelar di Gedung Serbaguna Pulo Sarok Singkil terlambat dimulai.

Di awal acara, hanya dihadiri pasa­ngan Yakarim Munir/Roes­man Hasmy (Syiar), pasangan Putra Arianto/Hendri Syah­putra. Sementara pasangan Dul­musrid/Sazali (Dulsaza) hanya dihadiri Dulmusrid sedangkan pasangan Safria­di/Sariman (Safari), tidak datang. Me­ma­suki sesi kedua baru pasangan Safari hadir, termasuk pasangan wakil Dulsaja, Sazali.

Keterlambatan ini menjadi isu yang diangkat kandidat lain dalam sesi tanya jawab terkait peningkatan kualitas pemerin­tahan dengan disiplin aparatur sipil negara (ASN). Ya­karim me­nyebutkan bagaimana mungkin bisa mendisiplinkan PNS apabila bupati atau wakilnya saja pun tidak disiplin.

“Akan menjadi contoh yang tidak baik bagi ASN apabila pimpinannya saja pun tidak disiplin,” tegas Yakarim.

Hal yang sama disampaikan Putra Arianto bahwa disiplin harua dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak orang lain untuk disiplin.

Yang paling menarik ketika Putra Arianto melakukan protes berulang kali sehingga sempat diingatkan Ketua KIP Aceh Singkil, Yarwin Adi Dharma agar jangan melakukan protes ber­lebihan sehingga menghambat pelaksanaan debat kandidat.

Protes pertama, ketika dia meminta agar pernak pernik partai jangan ikut serta dalam acara debat. Dia meminta debat kandi­dat dihentikan sebelum pernak pernik partai dikosongkan dari ruangan.

Akibat protesnya itu, beberapa anggota dewan yang mema­kai jaket partai terlihat kecewa  karena harus keluar dari gedung tempat acara. Kemudian mempermasalahkan waktu yang di­berikan kepada peserta debat juga mendapat protes dari dua perem­puan komisioner Panwaslih kabupaten.

Acara debat dikawal oleh personel kepolisian dan TNI, se­hingga massa pendukung paslon hanya berkumpul di luar pagar gefung. Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian Miliardi  ke­pada wartawan menyebutkan, sebanyak 200 personel ditu­run­kan untuk penga­manan acara debat kandidat. (Analisadaily)