Buat Pasangan Ini Bercerai, Uber Dituntut Rp 637 Miliar

Ilustrasi

Ilustrasi

Paris - Seorang pengusaha dari Côte d'Azur di Prancis meyakini teknologi Uber telah menghancurkan pernikahannya. Seperti yang dilaporkan Le Figaro, pria itu mengklaim ada bug di aplikasi Uber, yang memungkinkan orang lain untuk melihat kedatangan dan kepergiannya.

Orang itu tidak lain adalah istrinya sendiri. Atau lebih tepatnya, mantan istrinya. Pria itu mengklaim bahwa ia meminjam iPhone istrinya dan login ke aplikasi Uber, sebagaimana dikutip CNET, Kamis (09/02).

Dia mengatakan bahwa setelah ia log off, aktivitas Uber-nya masih diteruskan melalui pemberitahuan di ponsel istrinya. Kemungkinan bahwa perjalanan pria itu tidak menyenangkan istrinya, sehingga sebagaimana disebutkan dalam gugatan, sang istri menceraikan pria itu.

Untuk meredakan rasa sakitnya, pria itu meminta Uber untuk membayar € 45 juta (Rp 637 miliar). Kasus ini dijadwalkan untuk sidang pertamanya bulan depan.

Uber belum menanggapi permintaan untuk berkomentar. Namun, ia memberitahu Le Figaro: "Uber tidak mengomentari publik pada kasus-kasus individual, dan terutama pada kasus-kasus yang melibatkan perceraian."

Le Figaro mengungkapkan bahwa ia mampu mereplikasi masalah pria itu. iPhone kedua mengirim pemberitahuan tanpa password, ujar surat kabar itu. Namun, surat kabar itu mengatakan bug tidak memberikan rincian tujuan Anda yang sebenarnya, atau tempat lokasi real-time. Memang, beberapa pihak di Twitter juga telah mengalami masalah ini.

Le Figaro mengidentifikasi masalah ini hanya terjadi pada iPhone di mana aplikasi tersebut diperbarui setelah 16 Desember tahun lalu dan sama sekali tidak ada masalah serupa pada ponsel Android. (tempo.co)