Cegah Kebakaran, Perusahaan Perkebunan Menuai Apresiasi

karyawan PT SPS berusaha memadamkan api yang membakar lahan/ist

karyawan PT SPS berusaha memadamkan api yang membakar lahan/ist

Nagan Raya - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Surya Panen Subur (SPS), mendapat apresiasi.

Hal tersebut disampaikan oleh pengamat lingkungan hidup, Berry Nahdian Furqon, usai melihat secara langsung apel siaga dan simulasi Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD)  dalam menanggulangi kebakaran di perkebunan Kelapa Sawit PT SPS, Senin (30/1/2017)

Berry menekankan, harusnya semua perusahaan melakukan hal yang sama, sehingga menjadi sebuah gerakan menyeluruh.

“Langkah antisipasitif tersebut harus diberi apresiasi dan pemerintah harus mendorongnya. Itu memang merupakan kewajiban dan semua perusahaan seharusnya melakukan hal yang sama,” kata Berry, yang sebelumnya juga dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup.

Menurut Berry, langkah-langkah preventif memang harus dilakukan. Hanya saja, agar upaya tersebut lebih efektif, maka harus menjadi sebuah sistem dalam perusahaan dan terintegrasi dengan masyarakat, pemerintah, aparat, dan stakeholder lain.

“Harus dikoordinasikan sehingga tidak parsial. Dan yang tak kalah penting, bukan sekadar seremonial,” kata dia.

Berry juga berharap, agar sistem tersebut bisa menjadi budaya perusahaan. Dengan demikian, setiap karyawan akan memiliki kepedulian yang sama dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, bukan hanya petugas seperti Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) yang memahami SOP tentang penanggulangan dalam kondisi darurat atau kebakaran, namun setiap karyawan juga memahami.

PT Surya Panen Subur (SPS) memang menunjukkan kepedulian terhadap pencegahan kebakaran lahan dan hutan. Mengantisipasi musim kemarau, perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh tersebut melakukan berbagai langkah preventif.

Di antaranya, melakukan apel siaga pencegahan kebakaran, melantik TKTD, hingga simulasi pencegahan kebakaran. Kegiatan tersebut, langsung dipimpin Presiden Direktur PT SPS Eddy Sutjahyo Busiri.

“Kita semua harus waspada dan peduli terhadap sekecil apapun potensi kebakaran. Selain untuk menjaga aset perusahaan, upaya pencegahan juga merupakan bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan, yang selama ini memang menjadi concern perusahaan,” kata Edy.

Eddy menambahkan, upaya pencegahan kebakaran jauh lebih efektif dibandingkan penanganan kebakaran. Itu sebabnya, PT SPS menerapkan upaya pencegahan sejak dini. Upaya tersebut, sudah dimulai sejak landclearing, termasuk saat membentuk blok-blok, parit, tanggul, dan embung.

Bahkan, sampai sekarang, perusahaan juga menerapkan water management yang tertata, sehingga memudahkan pencarian sumber air untuk memadamkan api. “Semua upaya pencegahan kebakaran telah tersistem di PT SPS. Termasuk pengangkatan TKTD pun melalui SK Direksi,” jelas Eddy.

Tidak hanya itu. PT SPS juga melengkapi diri dengan berbagai sarana dan prasarana pecegahan kebakaran. Di antaranya, alat pemadam api ringan (APAR), hydrant, pompa pemadam kebakaran, kendaraan pemadam kebakaran, hingga pemadam kebakaran manual, seperti  pompa punggung dan peralatan tangan manual.

Sementara untuk monitoring dan komunikasi, PT SPS juga melengkapi diri dengan enam menara pantau, GPS, teropong binokular, dan alat komunikasi HT. Seluruh sarana dan prasarana itu, lanjut Eddy, dalam kondisi baik karena setiap saat selalu diadakan pengecekan.

Di sisi lain, Edy juga menegaskan, bahwa PT SPS selalu bersinergi dengan masyarakat dan stakeholder terkait. Dengan Polres Nagan Raya,Polsek Darul Makmur misalnya, PT SPS bekerja sama melakukan sosialisasi di desa-desa sekitar perkebunan.

Selain itu, di berbagai desa tersebut, PT SPS juga melakukan pemasangan spanduk peringatan tentang bahaya kebakaran.  “Bahkan, pelatihan penggunaan APAR juga diberikan kepada ibu-ibu di perumahan perkebunan dan pabrik, sehingga mereka juga bisa memadamkan api dengan segera,” kata Eddy.

Komentar

Loading...