Kopi Gayo Mulai Dikembangkan di Gunung Kawi Malang

ilustrasi kopi Gayo @int

ilustrasi kopi Gayo @int

Banda Aceh - Kopi Arabika Gayo yang pasarnya  sudah terkenal hingga mancanegara, sekarang mulai dikembangkan di lereng Gunung Kawi kabupaten Malang tepatnya di desa Precet Kecamatan Wagir dan Desa Ngramen Kecamatan Ngajum.

Acara tanam perdana tersebut ikut dihadiri Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Aceh Ir BasriA. Bakar, MSi, bersama manager KP Gayo Bardi Ali, Spt dan peneliti kopi KP Gayo Ir Khalid, Kepala BPTP Jatim Dr Ir Chendy, mewakili Kepala Balittas Malang, Ketua HKTI Jatim dan seratusan anggota kelompoktani Perhutani.
Gagasan ingin melakukan tumpangsari kopi arabika di bawah pohon pinus di lahan HTI PT. Perhutani awalnya disampaikan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Malang enam bulan lalu dengan menghubungi BPTP Aceh untuk minta dikirimkan dua kilogram benih.
Selanjutnya, BPTP Aceh melalui Kebun Percobaan (KP) Gayo yang berlokasi di Kabupaten Bener Meriah merespon dan mengirim benih sesuai pesanan berupa varietas Gayo 1, Gayo 2 dan P-88.
Kepala BPTP Basri A. Bakar mengatakan, pihaknya diundang khusus untuk menghadiri langsung penanaman kopi di dua lokasi terpisah sekaligus memberi arahan dan petunjuk teknis budidaya yang benar.
“Kopi Gayo ibarat gadis cantik yang saat ini menjadi rebutan pasar internasional karena aroma dan citarasanya,” ujar Basri, Rabu (25/01).
Disebutkan varietas Gayo 1 dan Gayo 2 dilepas Menteri Pertanian pada 27 Desember 2010. Di Aceh kopi Arabika Gayo tumbuh pada ketinggian 1.000 - 1.200 m dpl, di bawah itu kopi Arabika tidak dianjurkan.
Basri optimis, kopi Arabika asal Aceh dapat tumbuh baik di Gunung Kawi pada ketinggian 1.000 m dpl. "saat ini luas areal kopi arabika di Aceh tercatat 101.000 ha berada di tiga kabupaten yakni Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues serta sudah memiliki Indikasi Geografis (IG)," jelasnya.
Sementara itu, Ketua HKTI Malang Ir Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan apresiasi kepada BPTP Aceh dan KP Gayo atas kerjasama yang ditandai penandatanganan berita acara penanaman 125.000 bibit kopi.
Dalam waktu dekat ini, katanya, pihaknya akan memesan lagi biji kopi Arabika Gayo untuk disemai dan ditanam lebih meluas.
“Kerjasama ini tidak pernah terbayang sebelumnya, semoga Kopi Gayo juga hidup bagus di Kabupaten Malang dalam upaya menambah pendapatan petani setempat,” sebutnya.
Ia juga berkeinginan suatu saat akan membawa beberapa petani untuk berkunjung ke KP Gayo melihat secara dekat budidaya dan prosesing kopi. (edi)