Dua Pencari Kayu Gaharu di Pegunungan Agara Ditemukan Tewas, Satu Selamat

ilustrasi tewas-meninggal

Kutacane - Keberadaan tiga pencari kayu gaharu di kawasan Pegunungan De­leng Perkhison, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) yang dinyatakan hilang sejak awal Desember 2016 lalu, akhinya diketahui. Dua di antaranya, Senin (23/1) dipastikan sudah meninggal dunia dan seorang lagi selamat meski dalam kondisi cukup lemah.

Koordinator Basarnas Agara, Risky Hidayat ketika di­kon­firmasi Analisa mengakui, pihaknya tengah bersiap-si­ap untuk melakukan penjemputan terhadap ketiga korban yang masih berada di dalam areal Pegunungan Dele­ng­ Perkhison. Tim penjemputan terdiri atas 13 orang.

Dikatakan, untuk sampai ke lokasi ketiga korban, tim evakuasi diperkirakan harus menempuh perjalanan ekstra berat dan melawan cuaca ekstrem selama 4 hari. Di­harapkan selama menempuh perjalanan, timevakuasi tidak mengalami hambatan.

“Untuk informasi sementara, diketahui dua pencari kayu gaharu itu sudah meningal dunia dan seorang masih hi­dup. Kita berharap jalanan yang ektrim dapat ditempuh tim walau cuaca tidak mendukung,” sebut Risky.

Seperti pemberitaan Analisa sebelumnya, dari 6 warga pencari kayu gaharu itu dua di antaranya berhasil pulang selamat, selanjutnya pada 9 Januari 2017, Jalal (40) warga Desa Terutung Payung, Kecamatan Bambel berhasil ditemukan tim evakuasi dalam kondisi lemah.

Namun, nasib ketiga rekan Jalal lainnya belum diketa­hui, kendati pencarian yang dilakukan pihak Basarnas tak hanya tertumpu melalui darat saja, tetapi juga lewat udara dengan menggunakan helikopter AW139 dari Lanud Suwondo Medan.

Akhirnya dari ketiga pencari kayu yang tersesat di dalam areal Pegunungan Deleng Perkhison tersebut, ha­nya Bentol (60) warga Desa Terutung Payung yang masih bertahan hidup, sedangkan Munjir (33) warga Banda Aceh, dan Sembiring (40) warga Medan dilaporkan telah meninggal dunia.

Selain logistik, tim evakuasi yang diberangkatkan ke lokasi juga dibekali dengan obat-obatan serta kebutuhan pertolongan lainnya kepada korban. Direncanakan korban yang telah meninggal dunia juga akan tetap dievakuasi ke Pos Basarnas di Desa Lawe Harum, Kecamatan De­leng Perkhison. (Analisadaily)