Amankan Pilkada, Polres Sabang Turunkan 350 Personel

Dokumentasi: Polisi anti huru hara melepaskan tembakan gas air mata ke arah masa yang anarkis karena tidak puas dengan hasil pemilukada saat simulasi di stadion hadimurthala, Banda Aceh, Kamis (27/8). Situasi politik dan keamanan di Aceh yang berbeda dibanding dengan propinsi lain di Indonesia, menuntut aparat kepolisian meningkatkan kemampuan dan kesiagaan dalam pengamanan pemilukada serentak. (ANTARA Aceh/Ampelsa)

Foto: Antara

Sabang - Untuk pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 15 Februari mendatang di wilayah Sabang, Kepolisian Resor(Polres) Kota setempat, menurunkan sebanyak 350 personel.

"Untuk mewujudkan pilkada aman dan damai, kami menurunkan 350 personel," kata Kapolres Kota Sabang AKBP Slamet Wahyudi di sabang , Selasa (24/01).
Kapolres Sabang mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan sebagai umat beragama yang cinta damai sudah sepatutnya bersama-sama menjaga ketertiban pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini.
Ia juga mengatakan, meskipun berbeda pilihan pada pilkada,  hubungan silaturrahim antarsesama harus tetap dijaga.
"Kita umat muslim keluarga, jika ada yang sakit kita merasakan semua. Dalam proses demokrasi walau berbeda pilihan kita tetap bersaudara," katanya.
Untuk itu, AKBP Slamet Wahyudi juga mengajak masyarakat pulau paling ujung barat Indonesia mengedepankan tujuan utama yakni pelaksanaan pilkada damai.
"Mari kita wujudkan pilkada damai, baldatun toyyibatun warrofun ghofur untuk Kota Sabang tercinta ini yang melekat dengan image 'Aulau' atau keramat 44," ujarnya.
Kapolres Sabang juga mengingatkan, pasangan bakal calon wali kota/ wakil wali kota Sabang serta timnya tidak melakukan pelanggaran selama berlangsungnya tahapan pilkada.
"Pendukung harus tertib dan menghormati aturan-aturan pilkada. Kepada semua pihak kita diharapkan tidak menciptakan kegaduhan politik di masyarakat," pintanya. (Antara Aceh)