Terkait Penambahan Kuota Haji, Kemenag Aceh Diminta Lobi Pusat

Jamaah haji. ©wikipedia

Jamaah haji. ©wikipedia

Banda Aceh - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh bersama dengan Pemerintah Aceh, diminta secara dini melobi pemerintah pusat untuk mendapatkan penambahan kuota haji. Sehingga upaya mengurangi antrean pemberangkatan jamaah dapatb terwujud.

"Alhamdulillah kuota haji Indonesia tahun ini sudah normal dan bertambah dan ini harus dapat dimanfaatkan secepat mungkin oleh Kemenag Aceh khususnya sehingga penambahan kuota tersebut juga dapat berdampak ke Aceh," kata Anggota DPR asal Aceh, Fadhlullah di Banda Aceh, Rabu (18/01)
Ia menjelaskan dengan adanya lobi lebih awal yang dilakukan oleh Kanwil Kemenag, kemungkinan akan ada perhatian terhadap Aceh mengingat daftar tunggu jamaah calon haji Aceh cukup panjang.
"Salah satu untuk memangkas antrean panjang daftar tunggu haji Aceh dengan penambahan kuota jamaah yang berangkat ke Tanah Suci," kata politikus yang akrap disapa Dek Fad itu.
Ia mendesak Kanwil Kemenag Aceh dapat segera menghadap Menteri Agama secepatnya guna membicarakan lebih lanjut terhadap kuota yang akan diberikan kepada Aceh pada musim haji 2017.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (11/1), menyampaikan kuota haji RI 2017 kembali normal, dan naik 52.000 dari 168.800 pada 2016 menjadi 221.000 orang.
"Selain pengembalian kuota sebesar 211.000, Pemerintah Arab Saudi juga menyetujui permintaan tambahan kuota untuk Indonesia sebesar 10.000," kata Jokowi dalam jumpa pers bersama Menag Lukman Hakim Saifuddin, Menlu Retno Marsudi dan Mensesneg Pratikno.
Jokowi menyebutkan kenaikan kuota haji itu merupakan tindak lanjut dari kunjunganke Arab Saudi pada September 2015 dan pertemuannya dengan Deputi Kerajaan Arab Saudi di Hangzhou, Tiongkok, September 2016.
"Dari pertemuan itu, saya telah meminta kepada Menag dan Menlu untuk melakukan pembicaraan lanjutan," kata Presiden.
Presiden menyebutkan sejak 2013 jumlah jamaah haji Indonesia dan lainnya mengalami pemotongan 20 persen karena perluasan pembangunan fasilitas di Masjidil Haram Mekkah.
"Indonesia menyampaikan penghargaan tinggi kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memberi tambahan kuota haji kepada Indonesia," kata Presiden.
Menurut Presiden, penghargaan dan apresiasi juga disampaikan atas upaya Pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan haji termasuk jamaah haji dari Indonesia.
"Dengan sudah adanya keputusan ini maka persiapan haji 2017 sudah bisa dapat dilakukan sejak dini," kata Presiden.
Presiden juga mendapat informasi mengenai rencana kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia pada Maret 2017.
"Tentunya kita menyambut baik rencana tersebut," kata Jokowi. (Antara Aceh)
Rubrik:News