Serangan Jet Tempur AU Nigeria Nyasar ke Kamp Pengungsian

Jet tempur Sukhoi Su-27 milik Rusia di Suriah. (c) imageshack.us

Ilustrasi imageshack.us

Abuja - Sebuah jet tempur AU Nigeria yang sedang dalam misi menyerang Boko Haram melakukan kesalahan saat menembak sasaran.

Serangan udara pada Selasa (17/1) itu malah menyasar sebuah kamp pengungsi. Akibatnya 100 orang tewas, termasuk 20 pekerja Palang Merah.

Pemerintah negara bagian Borno, yang membantu evakuasi korban selamat dari lokasi kejadian yang terpencil dengan menggunakan helikopter.

Sementara itu komandan militer Nigeria Mayor Jenderal Lucky Irabor membenarkan tragedi yang terjadi di kawasan Rann, tak jauh dari perbatasan dengan Kamerun.

"Saya memerintahkan misi tersebut berdasarkan informasi bahwa para anggota Boko Haram tengah berkumpul. Informasi itu kami terima lengkap dengan kordinat lokasi," ujar Mayjen Irabor.

Ini adalah kali pertama militer Nigeria mengakui telah membuat kesalahan fatal semacam itu.

"Masih terlalu dini jika menyebut insiden ini sebagai sebuah kesalahan taktik," tambah Irabor.

Irabor menegaskan, angkatan udara tidak mungkin menyerang warga sipil dengan sengaja.

"Investigasi akan digelar," Irabor menegaskan.

Di antara puluhan orang yang terluka terdapat dua tentara Nigeria yang bekerja membantu organisasi amal Dokter Tanpa Batas (MSF) dan Komite Palang Merah Internasional (ICRC).

Seorang staf ICRC yang juga tak mau disebutkan namanya mengatakan, setidaknya 20 sukarelawan ada di antara korban tewas.

Sedangkan MSF mengatakan, berdasarkan laporan timnya yang bekerja di Rann, setidaknya terdapat 50 jenazah dan tengah merawat 120 korban luka.

"Tim medis kami di Chad dan Kamerun siap merawat korban luka, kami terus berhubungan dengan tim kami di lapangan," ujar juru bicara MSF Etienne l'Hermitte. (kompas.com)