Pilkada 2017; Masyarakat Meunasah Asan Sudah Jenuh Dengan Janji Yang Tidak Terealisasi

warga Aceh Timur

warga Aceh Timur

Aceh Timur -- Masyarakat Desa Meunasah Asan Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, sudah jenuh dengan janji-janji yang selama ini tidak terelisasi, seperti yang dijanjikan oleh mantan Bupati Aceh Timur, atau calon Bupati Pertahanan Priode 2017-2022.

Hal itu disampaikan oleh tokoh Pemuda Yusri Bentara (33) kepada media ini Kamis (12/01/2017), menurutnya apa yang dijanjikan oleh Roky pada silaturahmi di Desanya pada Selasa 3 Januari 2017, dirinya mengutip satu persatu apa yang disampaikan oleh calon Bupati Aceh Timur Roky.

“ Bila ia menang dalam pilkada mendatang, akan membantu Kubah Mesjid saat berkunjung ke Desa kami Meunasah Asan, Selasa 3 Januari 2017 kemarin,” papar Yusri.

Dikatakannya bahwa, sudah satu periode Roky menjabat sebagai Bupati Aceh Timur, hasilnya untuk Desa kami tidak ada.

“Selama dia menjabat sebagai Bupati, satu programpun tidak tersentuh untuk Desa kami, yang dulunyan disini basis GAM, jangankan untuk kemakmuran Masyarakat disini, apa lagi untuk kepentingan umum, seperti sarana dan prasarana,” katanya.

Menurutnya, yang menjadi kebetuhan pokok dalam kedupan warganya sehari-hari yaitu air bersih,” Semenjak Indonesia Merdeka sampai sekarang kami masih minum air di sumur-sumur yang keruh, menurut penelitian tim kesehatan yang didatangkan oleh Lembaga AF, air sumur tersebut tidak layak untuk di konsumsi, belum lagi hal yang lainya,” ujarnya.

Diungkapkannya apa yang diperjuangkan dulu demi mendapatkan kesejahteraan warga desanya itu, sia-sia, oleh karenanya, dirinya bersama masarakat setempat sudah geram dan kecewa kepada peminpin yang dulu, seperti pemberdayan okonomi masyarakat, petani tambak dan nelayan tidak tersentuh.

“ Kami di sini membutuhkan keadilan dalam mensejahteraan masyarakat, bukan janji, keluhan kami dibidang pembagian bantuan beras Raskin sesuai dengan kelayakan, bukan seperti data yang telah mendapatkan bantuan beras raskin tersebut, Kami sangat sadih melihat warga kami yang sehari hari mencari nafkah dengan memancing kepiting di tambak-tambak orang, tapi bila beras bantuan raskin dibagikan, mereka menjadi penonton,” ungkap Yusri dengan wajah penuh kekecewaan. (joen)

Komentar

Loading...