Polda Aceh Mengaku Telah Tangani 32 Kejahatan Tipihut

Ilustrasi kejahatan hutan

kejahatan hutan

Banda Aceh -- Selama tahun 2016, Kepolisian Daerah (Polda) Aceh beserta Polres setempat menangani 32 kasus Tindak Pidana Kehutanan (Tipihut) dan menetapkan 40 orang tersangkanya. Sementara tindak pidana satwa liar sebanyak tiga kasus dengan tersangka empat orang.

Untuk tahun 2016 angka tindak pindak pidana terhadap Tipihut dan satwa liar dibumi Aceh berada dalam tren menurun. Untuk kasus Tipihut menurun hingga 28 persen sedangkan kasus tindak satwa dilindungi angkanya berkurang 40 persen dibandingkan tahun 2015.

Direktur Kriminal Khusus Polda Aceh Kombes Pol Zulkifli melalui Kasubdit IV tipiter AKBP Erwan dalam press release yang berlangsung di Polda setempat, Rabu (11/1/2017) mengatakan, penurunan angka tindakan tipihut dan satwa liar dilindungi ini merupakan hasil dari kerjasama yang baik antar semua pihak. Terutama kerjasama dengan BKSDA, Dinas kehutanan dan LSM.

Ditreskrimsus tidak hanya konsen pada peneggakan hukum semata melainkan juga konsen terhadap kegiatan preemtif dan preventif untuk mencegah dan diteksi dini terkait potensi berkembangnya kasus-kasus kejahatan terhadap sumber daya alam di bumi Aceh.

Dikatakan, BKSDA dan Dishut juga termasuk dalam melakukan pencegahan terhadap SDA yang dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan cara melakukan sosialisasi dan penyuluhan hukum bagi masyarakat.

Selain melakukan penindakan dan pencegahan, Subdit IV tipiter Reskrimsus Polda Aceh juga melaksanakan kegiatan internal melalui berbagai pelatihan untuk peningkatan kapasitas penyidik yang didukung oleh LSM yang di Aceh.

Selain itu, Erwan juga menyampaikan dukungan dari berbagai lembaga ini tentunya menjadi modal utama pihak polda Aceh dalam melakukan penanganan dan penenggakan hukum. "Kami menjalin kerjasama dengan LSM, diantaranya Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan lembaga lainnya,”katanya menambahkan.

Ia juga berharap dengan adanya upaya-upaya yang dilakukan baik untuk eksternal maupun internal, tindak pidana kehutanan- tumbuhan dan satwa liar dapat berkurang demi keberlangsungan kelestarian dan keanekaragaman hayati di alam, khususnya dala wilayah Aceh,”tutupnya.

Apabila masyarakat melihat tindakan kerusakan hutan maupun pembunuhan hewan lindung oleh orang, maka sangat diharapkan untuk melapor pada pusat layanan SMS di nomor “08116771010”. (dedi)

Rubrik:News