Pasca Banjir, Distribusi Air PDAM Tirta Meulaboh Terganggu

Foto: Antara

Foto: Antara

Meulaboh - Pasca banjir di Aceh Barat, menyebabkan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Meulaboh, dalam sepekan ini terganggu karena pipa dari mesin pengolah air tertutup lumpur.

Direktur PDAM Tirta Meulaboh MW Taufiq dihubungi di Meulaboh, Rabu, mengatakan terganggunya pasokan air bersih karena salah satu pompa air bermasalah setelah tersumbat oleh lumpur yang dibawa oleh terjangan air banjir dalam sepekan ini.
"Salah satu pipa intake kita tersumbat oleh lumpur banjir sehingga tidak bisa menyedot air. Hari ini sudah mulai dibersihkan karena air banjir sudah surut dan yang bermasalah ini hanya jaringan Kecamatan Johan Pahlawan,"sebutnya saat dihubungi wartawan.
Masyarakat pelanggan PDAM Tirta Meulaboh di seputar Kecamatan Johan Pahlawan dalam sepekan ini melaporkan tidak lancarnya distribusi air perusahaan tersebut sehingga warga terpaksa membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan mandi.
MW Taufiq menyampaikan PDAM Tirta Meulaboh hanya memiliki dua unit mesin pemompa air untuk jaringan Johan pahlawan sehingga apabila salah satunya terganggu maka secara otomatis proses pengolahan air dari sumber utama terhenti.
Dia menyampaikan gejala faktor alam yang menyebabkan kondisi tersebut tidak mudah dihindari karena bahan baku utama bersumber dari Sungai Mereubo, tetapi pihaknya mengupayakan segera melakukan perbaikan bila kondisi air sungai sudah normal.
"Sebenarnya tidak semua pelangan, karena satu unit mesin masih berfungsi, cuma volume produksinya tidak maksimal. Kondisi ini memang sering kita alami apabila sungai Mereubo meluap dan banjir," katanya.
Menyikapi kondisi keluhan masyarakat terkait macetnya air bersih PDAM Tirta Meulaboh, pihaknya meminta maaf semua pelanggan atas kejadian itu, namun perlu ditegaskan kondisi tersebut sama sekali tidak diharapkan.
Sementara itu untuk distribusi air jaringan dari Beureugang, Kecamatan Kaway XVI dilaporkan tidak bermasalah dan tetap normal meski dalam sepekan terakhir dilanda banjir luapan sungai akibat intensitas curah hujan tinggi menguyur daerah Aceh. (Antara Aceh)